Berita

Danskd 21 Lanud Abd Siram Kembang Di Kepala Letda Pnb Yagi

Dibaca: 38 Oleh 26 Mar 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Mencium moncong pesawat merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh para siswa penerbang.  Seperti pagi tadi, Kamis (26/3), Letda Pnb Yagi Maulana Skadron Udara 21 melakukan tradisi Cium Hidung Pesawat setelah dinyatakan lulus terbang solo mengelilingi wilayah Malang dengan menggunakan pesawat Super Tucano TT.3007.  Secara pribadi Letda Pnb Yagi merasa bangga dan bersyukur karena tahap demi tahap pendidikan transisi pesawat Supertucano dapat dilalui dengan lancar dan selamat, serta dinyatakan lulus dengan predikat membanggakan, sehingga dengan penuh semangat diciumnya hidung pesawat tersebut.

Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto, ST. langsung menyambutnya dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Letda Yagi melakukan terbang solo.  Ucapan selamat dari orang nomor satu di Skadron Udara 21 tersebut sekaligus menandai bertambahnya kekuatan Fighter Sarang Tucano di Lembah Bromo.  Kehadiran Fighter muda tersebut disambut meriah oleh para Fighter Tucano dan seluruh Crew Skadron Udara 21.

Sambutan meriah tersebut ditandai dengan upacara tradisi penyiraman air bunga dan pemecahan telor di atas kepala Letda Pnb Yagi Maulana yang dipimpin oleh Danskadud 21 dihadiri Kepala Dinas Operasi Lanud Abd Kolonel Pnb Fairlyanto, ST. dan seluruh pejabat serta anggota Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh. Tradisi pengukuhan tersebut berjalan penuh khitmad dan sederhana,  bertempat di Shelter Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh.

Baca juga:  Kasau: Latihan Angkasa Yudha 2021 Mengacu Lingkungan Strategis dan Geopolitik

Letda Pnb Yagi Maulana, menjalani Pendidikan Transisi selama 4 bulan, dan telah berhasil melakukan terbang solo selama 70 menit dalam satu sortie.  Setelah melakukan terbang solo dengan sukses, Letda Pnb Yagi Maulana PSDP Angkatan 27 tahun 2014 banjir ucapan selamat, dari para Perwira dan anggota Skadron Udara 21.  Para Perwira Skadron Udara 21 juga turut memecahkan telur di atas kepala Letda Pnb Yagi dan disiram dengan air bunga, dan tepung juga disuapi telur mentah dengan maksud agar keberhasilan yang telah dicapai Letda Pnb Yagi tetap melekat di dalam dirinya.

Dalam acara tradisi terbang solo tersebut, Komandan Skadron Udara 21 mengatakan, bahwa untuk mencetak Penerbang Tempur yang profesional dan berkualitas harus melalui berbagai tahapan seperti halnya terbang solo seperti saat ini. Terbang solo merupakan bekal awal untuk menjadi penerbang tempur. Diharapkan Letda Pnb Yagi tidak lekas merasa puas atas prestasi yang diraihnya, karena hal tersebut baru merupakan langkah awal untuk meniti karier sebagai seorang penerbang di Skadron Udara 21 khususnya dan TNI AU pada umumnya. Oleh karenanya Letda Yagi harus terus belajar dan berlatih, agar kemampuan terbang yang dimilikinya terus meningkat hingga puncak kariernya sebagai Airman pengawal dirgantara nasional.

Baca juga:  Bantuan Sosial Kemanusiaan ke Panti Asuhan dan Ponpes

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel