Berita

DANWINGDIKUM BERIKAN JAM KOMANDAN

Dibaca: 0 Oleh 22 Okt 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Bertempat di Aula Skadik 501 Wingdikum, Bogor. Selasa (21/10) Danwingdikum Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey memberikan jam komandan kepada seluruh personel Wingdikum dan Skadik jajaran. Dalam kesempatan ini, Danwingdikum memberikan pengarahan tentang kedisiplinan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Menurutnya, disiplin Prajurit TNI merupakan ketaatan dan kepatuhan yang sungguh-sungguh setiap Prajurit TNI didukung kesadaran yang bersendikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta bersikap, berperilaku sesuai dengan aturan tata kehidupan Prajurit TNI. “Taat dan patuh sebagai key word sikap disiplin yang beralaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai dasarnya,” ujarnya. 

Disampaikan bahwa kualitas seorang Prajurit salah satunya dinilai dari kedisiplinan. Hal tersebut dapat berupa disiplin waktu, disiplin dalam peraturan, disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Sehingga, disiplin menjadi hal yang kompleks yang penting untuk dimengerti seluruh personel dalam rangka pelaksanaan tugas kedepan,” katanya. 

Kemudian, Danwingdikum menyampaikan tentang KDRT yaitu setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan serta perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkungan rumah tangga. 

Baca juga:  Jalan Sehat Sinergitas dan Baksos HUT TNI dan HUT Lalu Lintas Bhayangkara di NTB

“Ingat bahwa KDRT memberikan efek yang luas bagi saudara sekalian,” tegasnya. Tentunya, timbul efek negatif mulai dari diri sendiri, anak, istri dan karier personel yang bersangkutan. Harapan Danwingdikum, seluruh personel untuk saling intropeksi diri dan meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga sehingga mampu mencegah terjadinya KDRT. “Diingat kembali sewaktu saudara mulai menjalin pertemanan, berhubungan lebih serius, pertunangan dan pernikahan. Tahap demi tahap dilalui dengan penuh sukacita dan cinta kasih,” katanya. Kiranya, proses tersebut mampu mencegah terjadinya tindakan KDRT. 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel