Berita

Danwingdikum : Kerukunan Beragama Sebagai Aset Penting Harus Terjaga

Dibaca: 10 Oleh 22 Nov 2016Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

“Kerukunan beragama dalam keanekaragaman budaya dan adat istiadat sudah menjadi aset bangsa Indonesia yang harus terus tetap terjaga,” ujar Danwingdikum Kolonel Pnb Zulfahmi, S.Sos., saat upacara bendera mingguan di Markas Wingdikum, Bogor, Senin (21/11).

Perbedaan agama, menurutnya, sebagai kekayaan bangsa Indonesia dimana dengan perbedaan tersebut masyarakat dapat saling menghargai atau menghormati satu sama lain dan memperkaya keimanan dan nilai keagamaannya masing-masing. “Adanya perbedaan tidak perlu dijadikan sebagai alasan sebuah pertentangan yang dapat merusak kerukunan umat beragama di Indonesia. Namun harus menganggap perbedaan itu sebagai satu motivasi dan solusi untuk menciptakan ruang lingkup yang aman, nyaman dan jauh dari pertentangan,” tegasnya.

Dikatakan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi dasar mengatasi perbedaan tersebut. Dengan berbagai tatanan sistematis dan terinci di dalamnya, lanjutnya, Pancasila merupakan dasar negara yang mengatur tentang beragama seperti pada Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dimana masyarakat berhak memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Sedangkan dalam UUD 1945 diatur dalam pasal 29 ayat 1, “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dan pasal 29 ayat 2, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu”.

Baca juga:  Disfaskonau Laksanakan Pengukuran/Pemetaan dan Investigasi Tanah Lokasi Pembangunan Makoopsau III Biak

“Kerukunan beragaman ini tentunya harus dimulai dari diri sendiri, Skadik jajaran maupun staf Mawingdikum,” katanya seraya menjelaskan bahwa lembaga pendidikan sebagai contoh peserta didik dalam bersosialisasi. Secara intern, dengan adanya kerukunan, makan tercipta keakraban saling mengenal dan menghasilkan team work yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas kesatuan. Sedangkan secara ekstern, mampu meningkatkan rasa percaya dalam masyarakat dan menciptakan citra positif TNI Angkatan Udara.

Sebelum menutup sambutannya, Danwingdikum mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo dalam kegiatan “Safari Militer” beberapa waktu lalu, bahwa TNI-Polri merupakan alat keamanan dan pertahanan Negara, sehingga perlu menciptakan rasa aman, nyaman, tenang dan tentram bagi warga Negara dimana menjadi garda terdepan serta benteng pertahanan NKRI. Selain itu, Presiden juga menegaskan untuk lebih peka dan waspada terhadap segala bentuk ancaman dengan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat sebagai bentuk perhatian dan meningkatkan kepercayaan terhadap TNI-Polri.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel