Berita

DATA GIGI UNTUK IDENTIFIKASI

Dibaca: 37 Oleh 25 Jan 2012Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Sering kita mendengar bahwa mayat yang ditemukan belum bisa diidentifikasi, karena terjadinya kebakaran ataupun kecelakaan pesawat terbang yang mengakibatkan kondisi fisik rusak sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi.

Lettu Kes drg Iwa Arya Sakti, pada briefing pagi sebelum melaksanakan penerbangan, yang diikuti oleh para penerbang dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi di ruang briefing Tedy Kustari, Rabu (25/1), menjelaskan bahwa dalam mengidentifikasi korban ada tiga cara untuk menentukannya yaitu dengan Finger Print, Dental Record dan analisis Deoxyribose Nucleic Acid (DNA).

Dalam hal ini drg Iwa Arya menjelaskan bahwa keunggulan gigi untuk proses identifikasi, mengingat gigi tahan terhadap trauma phisis, thermos dan dekomposisi, bentuknya jelas, serta letaknya relatife terlindungi dan mudah dicapai. Sementara identifikasi melalui DNA sangat mahal biayanya disamping harus mengindentifikasi DNA dua orang keluarganya.

Disisi lain, permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah masih rendahnya tingkat kesadaran untuk berobat/check up ke dokter gigi atau belum terbiasa membuat rekam data gigi/odontogram yang dilakukan oleh dokter gigi. Bahkan rekam data gigi belum dilakukan oleh pihak pemerintah, sehingga bila terjadi accident, pihak pengidentfikasi juga masih kesulitan.

Baca juga:  Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Seskoau

Mengingat penting data gigi untuk identifikasi maka Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M. Syaugi, S.Sos menghimbau agar warga Lanud Iswahjudi membuat rekam data gigi karena gigi merupakan salah satu sumber data primer untuk proses identifikasi. Pihak Rumah Sakit Lanud Iswahjudi juga diperintah jemput bola agar data gigi tersebut segera dapat dimiliki, mengingat pentingnya bagi identifikasi kedepan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel