Berita

Delapan Pamen TNI AU Ikuti CPX “Cobra Gold 2016” Di Thailand

Dibaca: 17 Oleh 12 Feb 2016Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Sebanyak delapan perwira menengah (pamen) TNI AU berpangkat Letkol dan Mayor mengikuti latihan posko-Command Post Exercise (CPX) “Cobra Gold 2016” yang digelar dari tanggal 9-19 Februari di kawasan Royal Thai Navy Base Uthapao Sattahip, Chonburi, Thailand. Latihan dibuka oleh Chief of Defence Force Thailand Jenderal Sommal Kaotiya di kawasan Royal Marine Corp Headquarter Chonburi Thailand. Selasa (9/2).

Dalam latihan ini, ke delapan Pamen TNI AU bergabung dengan delapan delegasi TNI (TNI AD, TNI AL, TNI AU). Untuk delegasi TNI secara keseluruhan berjumlah 24 orang Pamen yang dipimpin oleh ketua delegasi TNI Kolonel Laut (P) Retiono Kunto, SE. Dalam CPX Cobra Gold 2016. Kedelapan Pamen TNI AU tersebar dalam beberapa posisi yang bervariasi, yaitu staf personel, operasi dan logistik, perencanaan public affair, medical dan staf gabungan multi nasional.

Selain CPX, dalam Cobra Gold 2016, juga dilaksanakan beberapa kegiatan lain berupa medical symposium & table top exercise (MSTTE), senior leadership seminar (SLS), dan engineering civil action program (ENCAP). Beberapa prajurit TNI AU juga terlibat dalam kegiatan MSTTE dan ENCAP.

Baca juga:  Pangkosekhanudnas I, Awali Tugas dengan Entry Briefing

Cobra Gold 2016 merupakan latihan gabungan multinasional terbesar yang dilaksanakan oleh pemerintah Tahiland dan Amerika Serikat dan sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Pada Cobra Gold 2016, tercatat ada 29 negara ambil bagian, baik sebagai active participant maupun observer. Negara-negara yang masuk active participant yaitu Thailand, Amerika Serikat, Indonesia, Singapore, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara negara observer antara lain Australia, China, Canada, Inggris, Francis, Italia, Bangladesh, Neval, mongolia, Filipina, Chilie, Vietnam, Laos, Afrika Selatan, Belanda, Myanmar, Brunei Barussalam, Kamboja dan Saudi Arabia.

Konsep yang ingin dikembangkan dalam latihan Cobra Gold 2016 adalah memperkuat hubungan militer diantara negara-negara peserta yang dipadukan dengan kemampuan operasi dalam konteks pelaksanaan operasi militer selain perang dan pelatihan penjaga perdamaian dunia dibawah bendera PBB. Negara-negara peserta latihan juga dapat saling belajar dan berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman pada tingkat multinasional.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel