Berita

Denbravo ’90 Paskhas Melumpuhkan 3 Tororis

Dibaca: 142 Oleh 28 Okt 2011Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Satgas Anti Teror Aspek Udara, melaksanakan taktik untuk melaksanakan operasi pembebasan Sandera di bandara Internasional Kristal, (27/10). Detasemen Bravo 90 Paskhas, menurunkan satu Tim Aksi Khusus yang terdiri dari dua unit yang akan melaksanakan penindakan terhadap teroris di pesawat serta satu unit stand by disekitar lokasi pembajakan sebagai antisipasi sewaktu-waktu ada perkembangan situasi. Dua unit sniper disekitar pesawat yang dibajak, untuk melakukan pengamatan secara continue akan melindungi tim Aksus untuk melaksanakan aksinya.

Pesawat Hercules C-130 TNI Angkatan Udara melaksanakan Air Landed di bandara Internasional Kristal. Air Landed dilaksanakan untuk pengedropan Tim Aksus Detasemen Bravo’90 Paskhas yang akan melaksanakan penindakan terhadap teroris dalam pesawat. Teroris masih tetap melaksanakan penyanderaan terhadap penumpang pesawat.

Pesawat Hercules C-130 kedua melaksanakan air landed. Pesawat ini mengangkut unit Aksus yang akan bergabung dengan unit sebelumnya dan bersama-sama melaksanakan penindakan. Di titik yang sama, kembali pesawat Hercules segera menurunkan tim Aksus lengkap dengan perlengkapannya. Dengan penuh kehati-hatian, satu persatu mobil aksus keluar dari pesawat. Dan setelah dua pesawat berhasil melaksankan air landed, DanUnit segera mengadakan pengecekan terhadap personel maupun materiil yang dibawanya. Setelah dinyatakan lengkap, Danunit melapor ke Dantim dan Dantimpun segera memerintahkan pasukannya untuk melaksanakan infiltrasi mendekati sasaran.

Baca juga:  Danwing III Membuka Pendidikan Kursus Dallan angkatan ke-24

Banyaknya sandera dalam pesawat bisa menjadi penghalang bagi tim dalam melaksanakan penindakan, tetapi tidak demikian bagi Tim Aksus Detasemen Bravo sebagai prajurit yang terlatih. Semua teroris dapat dilumpuhkan tanpa harus melukai sandera yang ada.

Setelah pesawat dan bus dapat dikuasai, maka segera dilanjutkan dengan proses evakuasi. Evakuasi yang pertama dilaksanakan adalah menurunkan teroris dari pesawat dan bus yang masih hidup, diserahkan ke manager TKP dari Kepolisian Republik Indonesia untuk diproses lebih lanjut. Namun sebelumnya, dalam proses evakuasi, pemeriksaan tetap dilaksanakan unit pengaman dari Tim Aksus, sebagai antisipasi teroris masih membawa bahan peledak atau benda lain yang membahayakan bagi penumpang yang lain.

Setelah teroris diamankan penumpang diturun dari pesawat menuju bus yang telah disediakan tim evakuasi. Seluruh penumpang tetap diperiksa satu per satu, sebagai antisipasi manakala masih ada teroris yang menyamar sebagai penumpang dan membahayakan bagi penumpang yang lain. Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi, selanjutnya dilaksanakan Pam TKP Sat Sabhara Polres Bandara Internasional Kristal.

Baca juga:  Peringatan Ke-71 Hari Bakti TNI AU di Mabesau: Kasau : Prajurit TNI AU Harus Berpikir Kreatif dan Inovatif

Hal tersebut merupakan bentuk skenario Latihan Bersama Penanggulangan Anti Teror TNI dan Polri tahun 2011 dengan sandi Waspada Nusa III. yang diakhiri dengan penindakan dan melumpuhkan teroris yang menyandera penupang pesawat, oleh Detasemen Bravo ’90 Paskhas yang berlangsung di Bandara Krista (Soekarno-Hatta), Cingkareng, Kabupaten Banten.

Detasemen Bravo ’90 Paskhas merupakan pasukan khusunya, Korps Pasukan Khas Angkatan Udara dalam mendukung kegiatan operasi TNI Angkatan Udara melibatkan dua pesawat C-130 Hercules, sementara Detasemen Bravo ’90 Paskhas menurunkan sekitar 86 prajurit mulai perwira, bintara dan tamtama.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel