Berita

Deni Zulkarnaen, Anggota TNI AU yang Mampu Bahasa Isyarat, Dekat dengan Kaum Disabilitas, dan Miliki 6 Anak Angkat

Dibaca: 6 Oleh 02 Agu 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 01 at 11.34.13
#TNIAU 

TNI AU.  Peltu Deni Zulkarnaen, S.Ip, salah seorang anggota Pangkalan TNI AU Johanes Abraham Dimara (Lanud Dma), Marauke, memiliki kedekatan yang sangat erat dengan warga masyarakat yang memiliki keterbatasan atau disabilitas di wilayah Kabupaten Merauke. Deni juga menguasai bahasa isyarat. Tidak hanya itu, Deni juga mempunyai 6 orang anak angkat asal Merauke, Papua, yang salah satunya tunawicara.

Kedekatannya dengan kaum disabilitas di Merauke, sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu, hingga kini, dia aktif di Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke.

Kemampuannya menguasai bahasa isyarat tidak diragukan lagi, hal ini bisa dilihat pada video yang viral di berbagai media sosial TNI AU dan media lainnya. Pada video tersebut, dia begitu lihai berkomunikasi dengan Steven, salah seorang tunawicara yang beberapa waktu lalu, mengalami tindakan kurang terpuji dari 2 oknum anggota TNI AU di Merauke.

Deni mulai mempelajari bahasa isyarat, sejak dia memiliki seorang anak angkat tunawicara tahun 1997 silam, saat itu, dia berdinas di Lanud Baucau, Timor Timur (Timur Leste saat ini). Bahasa ini dipelajarinya secara autodidak.

Baca juga:  Dankodiklatau Tutup Pendidikan Sekbang A-94/ PSDP 31

“Sejak pertama dinas di Lanud Baucau Timtim tahun 1997 sampai tahun 1999, kami punya anak binaan 1 orang disabilitas. Dari sinilah kami perlahan mulai bisa memahami tentang bahasa isyarat,” ulas Deni.

Setelah pindah tugas ke Merauke di Lanud J.A. Dimara, tahun 2000 lalu, Deni mengenal seorang pemain bola voly tunawicara. Berawal dari itulah, Deni mulai dekat dengan sejumlah anggota Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke.

“Toser tim voly kami merupakan tunawicara, dari sinilah kami mulai menyatu dengan kelompok disabilitas di daerah ini,” ujar Deni

Kebersamaan dan kedekatannya dengan difabel, diakui Deni menjadi kepuasan sendiri baginya.

“Berkumpul dengan mereka dan bisa membantu mereka adalah kepuasan batin kami. Sampai saat ini, kami terus menjalin komunikasi dan berinteraksi,” ungkap Deni.

Selama bergaul dengan kaum disabilitas, dia mengedepankan pendekatan secara hati. Menurut Deni, kaum disabilitas juga butuh perhatian dan perlindungan.

“Mereka juga memiliki kelebihan dan kemampuan, apabila kita memahami mereka dengan cara pendekatan hati, mereka sangat menghormati kita,” ungkapnya.

Baca juga:  Sukses Lanud Sutan Sjahrir Mengadakan Bakti Sosial dan Karya Bakti Terbesar di Piobang Dalam Rangka Hari Bakti TNI AU Ke-72 Tahun 2019

Sekarang, Pria kelahiran Merauke tahun 1976 ini, memiliki 10 orang anak, 4 anak kandung dan 6 anak angkat asli Papua, salah seorang anak angkatnya tersebut merupakan Tunawicara. Sepuluh anaknya tersebut tinggal bersama di rumah pribadinya di Kelurahan Seringgu, Distrik Merauke.

Dua dari enam anak angkatnya, saat ini sedang menjalani seleksi masuk calon Bintara TNI AU. Deni berharap, keduanya bisa diterima menjadi prajurit TNI AU, sehingga dapat melanjutkan profesi yang dia jalani selama ini. Sedangkan 4 anak angkat lainnya, masih duduk dibangku sekolah di SMA dan SMP, Merauke.

Selain berdinas di Lanud J.A Dimara, Peltu Deni Zulkarnaen, S.Ip juga dipercaya oleh Bupati Merauke sebagai Wakil Ketua KONI Distrik Merauke.

Pengangkatannya sebagai Wakil Ketua KONI, tentunya berdasarkan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah berbagai prestasi bidang olah raga yang telah diraihnya, termasuk perhatian Deni dalam memajukan olah raga di wilayah tersebut.

WhatsApp Image 2021 08 01 at 11.34.53

WhatsApp Image 2021 08 01 at 11.34.12

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel