Berita

Diklat Basic Aviation Security dan Basic Welding Dilaksanakan di Lanud Manuhua

Dibaca: 70 Oleh 22 Nov 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing mutu SDM putra daerah khususnya Indonesia timur, STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) bekerjasama dengan Lanud Manuhua, dan Pemeritah daerah Kabupaten Biak Numfor mengadakan program pendidikan dan latihan Basic Aviation Security dan Basic Welding yang diperuntukkan bagi putra putri daerah.

Mengawali Diklat pagi ini, upacara pembukaan diikuti oleh Couse Manager STPI, Sekertaris Daerah Kab. Biak Numfor, Kepala Dinas Tenaga Kerja, GM Bandara Frans Kaisepo, Kapolres Biak Numfor, Danyonko 468 Paskhas Sarotama, dan peserta Diklat sebanyak 20 orang yang seluruhnya merupakan masyarakat pribumi. Bertindak selaku inspektur upacara pagi ini, Komandan Lanud Manuhua, Kolonel Pnb Arif Widianto, S. AB., M. TR (HAN).

Dalam sambutannya Danlanud Menyampaikan bahwa Diklat yang rencana akan dilaksanakan selama 15 hari kedepaan ini dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas Basic Aviation Security yang dilaksanakan selama 10 hari, dimana peserta didik nantinya akan dibekali dengan materi pengenalan bandara, peraturan keamanan bandara, pengenalan barang terlarang dan berbahaya dalam penerbangan, serta materi lainnya. Sedangkan kelas basic welding yang dilaksanakan selama 5 hari ini, peserta didik akan dibekali dengan tehnik penyambungan metode welding (pengelasan) yang sesuai dengan standart dunia penerbangan. Selanjutnya Danlanud menyatakan bahwa Keberhasilan program Diklat ini ditentukan oleh sinergitas antar tenaga pendidik atau instruktur dengan peserta didiknya dalam berinteraksi selama proses transfer knowledge berlangsung. Danlanud juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan semacam ini bisa dijadikan sebagai pilot project bagi kegiatan – kegiatan yang lain dan dengan adanya program ini diharapkan juga dapat membantu mensukseskan program pemerintah untuk memberdayakan usia produktif masyarakat pribumi yang potensial namun memiliki keterbatasan ekonomi, ungkap Danlanud mengakhiri sambutannya.

Baca juga:  DANLANUD PADANG WISUDA 243 PELAJAR

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel