Berita

Diklat Paralayang Aceh Intensifkan Praktek Lapangan

Diklat Paralayang Aceh Intensifkan Praktek Lapangan
#TNIAU 

TNI AU. Memasuki minggu ketiga, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralayang FASI Provinsi Aceh fokus dan intensifkan praktek lapangan. Hal ini dikatakan Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., saat melihat peserta dan instruktur mempersiapkan perlengkapan paralayang di Shelter Galaxy Lanud Sultan Iskandar Muda. Selasa (24/12).

Diklat Paralayang Aceh Intensifkan Praktek Lapangan

Praktek lapangan, menurutnya perlu lebih difokuskan mengingat dua minggu sebelumnya para peserta telah menerima materi dalam kelas dilanjutkan ground training baik di Lanud Sultan Iskandar Muda maupun Ladong. “Selanjutnya kita akan terbang di Bener Meriah, kurang lebih dalam seminggu kedepan guna sebagai syarat untuk mendapatkan lisensi PL 1, syarat mendapatkan PL 1 harus terbang di dua lokasi yang berbeda,” ujarnya.

Uji coba terbang di lokasi Bener Meriah juga sekaligus persiapan untuk TROI 2020 Kabupaten Bener Meriah. Target yang ingin dicapai, katanya, kurang lebih 40 kali lompatan, tiga setengah jam lama terbang, kemampuan peserta dalam take off alpine, take off reserve, belok kanan maupun kiri 90°, berputar kanan dan kiri 180° hingga 360°, serta kemampuan pitching, wing over dan big ears.

Baca juga:  Entry Briefing Itjen Kohanudnas di Makosekhanudnas II

“Saya berharap seluruh peserta dapat belajar, memahami seluruh materi dan praktek di lapangan, tentunya dengan memberikan yang terbaik selama diklat ini berlangsung, karena diakhir diklat akan dilaksanakan ujian linsensi paralayang,” ujarnya.

Untuk diketahui, diklat ini dibuka secara resmi oleh Danlanud Sultan Iskandar Muda pada 13 Desember lalu dalam rangka mencari bibit-bibit atlet paralayang yang berpotensi dan nanti akan menjadi atlet-atlet berprestasi yang dapat membanggakan daerahnya. Tidak menutup kemungkinan melalui pendidikan ini, lanjutnya, apabila dikelola dengan baik serta pembinaan secara teratur dan berkesinambungan maka Aceh akan melahirkan bibit-bibit paralayang yang handal akan membawa nama harum provinsi Aceh di PON 2024 yang akan datang.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel