Berita

Dinamika Penugasan TNI AU Akan Semakin Berat Dan Komplek

Dibaca: 8 Oleh 18 Feb 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Dinamika penugasan TNI Angkatan Udara saat ini dan yang akan datang akan semakin berat dan komplek, hal ini merupakan dampak dari dinamika perkembangan lingkungan strategis, terutama berkaitan dengan faktor kelangkaan, energi, ekonomi, keamanan dan perdamian di kawasan global dan regional, yang cenderung menimbulkan persolan kawasan sebagai akibat dari dua aktor utama.

Demikian Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna dalam sambutannya yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera 17-an, Selasa (17/2) di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin yang diikuti oleh seluruh anggota militer dan Pegawai Negeri Sipil dari satuan Wing 5, Skadron Udara 11, Sakdron Udara 5, Sakdron Teknik 044, Satpomau, Rumah Sakit Dody Sarjoto, Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas dan Denhanud 472 Paskhas.

Selanjutnya Kasau mengatakan, pertama kepentingan aktor negara ketiga atau non negara ketiga dari luar kawasan, yang berimplikasi aspek pertahanan dan keamanan nasional, kedua, kepentingan aktorr dari negara atau non negara di satu kawasan, yang kemudian memancing atau mengundang intervensi dari negara lain atau pihak ketiga, dimana hal ini tentunya akan berpotensi pada timbulnya persoalanterhadap dua atau lebih negara terkait dengan perbatasan, baik di darat, laut maupun udara.

Baca juga:  Sepakbola Persahabatan Dispsiau - Puspomau

Dikatakan, Kecenderungan tersebut, bila ditinjau dari perspektif TNI Angkatan Udara dan pertahanan negara, pada hakikatnya merupakan hamparan tantangan bagi kita semua, baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Inilah perlu diantisipasi dengan visi pertahanan yang tepat, melalui Assessment yang tajam terhadap persepsi ancaman yang paling potensial yang akan dihadapi.

Dalam kaitan tersebut, lanjut Kasau, saya berharap kita semua dapat mengambil langkah-langkah nyata dan konkrit, terkait dengan pertahanan di udara pada konteks faktual dalam koridor pembangunan kemampuan, gelar dan penggunaan kekuatan, sesuai postur dan kebijakan strategis TNI yang telah ditetapkan, serta sesuai dengan kemampuan negara, yang tergambar dalam kebiajakan pembangunan kekuatan Pokok Minimum Essential Force (MEF) hingga tahun 2019.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel