Berita

Dinamika Perubahan Lingkungan Strategis, TNI Dituntut Mentranformasi Diri

Dibaca: 467 Oleh 17 Jan 2018Tidak ada komentar
Dinamika Perubahan Lingkungan Strategis, TNI Dituntut Mentranformasi Diri
#TNIAU 

TNI AU. Dinamika perubahan lingkungan strategis  yang  sedemikian cepat terkait dengan konstelasi global kontemporer, menghadirkan berbagai bentuk ancaman nyata yang bersifat asimetris, proksi dan hibrida menjadi sedemikian sulit diprediksi.

Demikian Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjanhjanto S.IP.,  mengatakan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Inspektur upacara Dandepohar 50 Kolonel Lek Budi R. Leman pada upacara Bendera di Lapangan Dirgantara, Lanud Adi Soemarmo.

Lebih lanjut Panglima menyampaikan, dinamika perubahan tersebut, menuntut TNI untuk mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, dan tangguh, dengan SDM berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, berjiwa satria, militan, loyal dan profesional sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman nyata.

Untuk menuju TNI yang profesional, modern, dan tangguh tersebut, lanjut Panglima TNI diperlukan implementasi proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas KKN.

“Untuk itu Prajurit dan PNS TNI dituntut mampu menyikapi secara cerdas terhadap perkembangan lingkungan strategis, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan serangan siber dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan modern, ujar Panglima TNI.

Baca juga:  Danlanud Muljono Pimpin Pantukhirda Calon Prajurit TNI-AU

Diakhir sambutannya Panglima menekankan  kembali bahwa Tahun 2018 ini adalah Tahun Politik, dengan diselenggarakannya Pilkada serentak di 171 daerah meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Hal ini berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan berupa pertikaian horizontal maupun vertikal yang dapat menciderai pesta demokrasi nasional, bahkan dapat mengoyak Kebhinnekaan bangsa kita.

Panglima TNI juga menyampaikan Penekanan  lain antara lain,  agar Prajurit TNI dimanapun bertugas untuk selalu tetap berpegang teguh pada Komitmen Netralitas TNI dan menghindari sikap dan perilaku yangmenjurus pada politik praktis. TNI bersikap netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu juga merespon dan menyikapi kompleksitas permasalahan tersebut, kepada seluruh Komandan Satuan di jajaran TNI agar meletakkan kembali penguatan kualitas mental ideologi Prajurit TNI sebagai insan Prajurit sejati yang berahlak mulia, setia, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,  pungkas  Panglima TNI.

Upacara Bendera gabungan Lanud Adi Soemarmo dan Depohar 50 ini dihadiri Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb M. Tonny Harjono S.E., para pejabat Lanud Adi Soemarmo dan Depohar 50.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel