Berita

Dirgahayu Ke-71 TNI Angkatan Udara Swa Buanapaksa

Dibaca: 41 Oleh 10 Apr 2017Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Tujuh puluh satu tahun yang lalu, tepatnya tanggal 9 April 1946, Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah Nomor : 6/SD/1946 yang berisi pembentukan Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara, dan menetapkan Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf Angkatan Udara pertama. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Angkatan Udara.

Perjalanan TNI Angkatan Udara untuk menjadi sebuah angkatan perang diwarnai berbagai peristiwa bersejarah. Diawali dengan berdirinya Badan Keamanan Rakyat Udara, kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat Jawatan Penerbangan. Organisasi ini kemudian berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara. Kekuatan utama saat itu adalah pesawat-pesawat bekas peninggalan Jepang seperti pesawat Cureng, Nishikoreng, Guntei, dan Hayabusha.

Kutipan diatas merupakan sejarah singkat cikal bakal terbentuknya TNI AU yang hari ini genap berusia 71 tahun yang ditandai dengan upacara peringatan hari jadi TNI AU ke-71 di lanud haluoleo kendari. Bertindak selaku Irup Komandan Lanud Haluoleo Letkol Pnb Muhram Jayahadi Kusuma, Komandan Upacara Kapten Adm Agam Nurcahyadi serta peserta upacara yang terdiri dari Pleton Pama gabungan, Korsik, POM AU, Kompi TNI AD, Kompi gabungan Lanud dan Lanal, Brimob, Sar Kendari, PNS TNI, dan Saka Dirgantara. Pada peringatan HUT ke-71 TNI AU ini juga diisi dengan penampila Tim Aeromodeling Binaan Komandan Lanud Haluoleo dan pemotongan Tumpeng oleh Danlanud yang diberikan kepada Prajurit termuda diLanud Haluoleo Prada Alfi Tamtama Binjaskemil. Upacara ini didihadiri oleh para tamu undangan diantaranya Bupati Konawe Selatan, Danrem 143/HO, Danyonif 725 Wrg, Danlanal Kendari, Kasatbrimobda Sultra, Kapolres Konawe selatan, PPPAU, Purnawirawan dan Warakawuri.

Baca juga:  Bakar Kalori Pasca Lebaran, Prajurit Lanud RHF Laksanakan Cross Country

Dalam Sambutan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, SIP yang dibacakan oleh Komandan Lanud Haluoleo Letkol Pnb Muhram Jayadi Kusuma mengatakan, membangun suatu Negara, membangun ekonomi, membangun tehnik, membangun pertahanan adalah pertama-tama membangun jiwa dimana jiwa prajurit penjaga dirgantara bukan hanya pintar namun juga harus dilandasi dengan jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional sebagai airmanship apabila hal tersebut tidak ada pasti akan mudah menyerah dan mudah disetir, khusus pengadaan alutsista agar dikelola secara transparan, akuntabel dan disesuaikan dengan prinsip-prinsip keuangan yang berlaku.

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel