Berita

Dislambangjaau Berikan Ceramah di Lanud Sjamsudin Noor

Dibaca: 82 Oleh 13 Jun 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

“Zero Accident” adalah tujuan yang sangat sulit dicapai karena kekhilafan merupakan sifat manusia, akan tetapi “Zero Accident” merupakan suatu tujuan yang dapat dicapai dalam suatu dekade bila didukung dengan program Safety/Lambangja secara berkelanjutan. Oleh karenanya program Safety wajib dilaksanakan bahkan harus menjadi prioritas utama guna mewujudkan Zero Accident di setiap jajaran TNI AU.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk memperkecil bahaya keselamatan dalam terbang dan keselamatan bekerja serta untuk lebih memaksimalkan fungsi Lambangja demi terwujudnya “Zero Accident” dalam setiap pelaksanaan tugas, Kadislambangjaau yang diwakilkan oleh Letkol Nav Medi Rahman dan Mayor Tek Wisnu merasa perlu untuk mengadakan sosialisasi guna mencapai “Zero Accident” di Lanud Sjamsudin Noor, guna memberikan pembekalan tentang Lambangja bertempat di ruang Serba Guna Lanud SAM, Rabu (12/6).

Dalam ceramahnya yang disampaikan oleh Letkol Nav Medi Rahman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dislambangjaau dalam memberikan pengantar, pencerahan tentang Lambangja di setiap jajaran TNI AU, agar tugas-tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat mencapai serta mempertahankan Zero Accident.

Baca juga:  Exit Brefing Kunjungan Tim Itjenau Di Lanud Iskandar

Sementara itu Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Pnb Esron SB. Sinaga. S.Sos., pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang sekaligus bangga serta dengan tangan terbuka menerima kunjungan kerja Letkol Nav Medi Rahman yang sudi kiranya berkenan memberikan ceramah tentang Lambangja di Lanud SAM. Danlanud SAM mengatakan bahwa sebagai seorang prajurit TNI AU sudah seharusnya menjadikan “Safety”/Keselamatan Terbang dan Kerja sebagai satu nafas dalam setiap pelaksanaan tugas, karena budaya Safety menghendaki adanya kesadaran, kebiasaan dan ketulusan setiap individu dalam melaksanakan tugas tanpa adanya instruksi khusus dari pimpinan. Maka dari itu sangatlah perlu diadakan ceramah tentang lambangja ini karena anggota TNI AU khususnya yang ada di Lanud Sjamsudin Noor ini akan mendapat wawasan baru serta penyegaran dan bekal pengetahuan tentang keselamatan terbang dan kerja.

Danlanud SAM juga mengatakan bahwa keselamatan penerbangan dan kerja dalam lingkup tugas TNI AU bukan hal baru lagi, tetapi sudah menjadi prioritas pertama dan utama dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari. Kecelakaan penerbangan dan kerja telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit di bidang peralatan/materiil maupun personel serta menelan biaya besar yang sukar tergantikan dalam waktu yang relatif singkat. Keselamatan penerbangan dan kerja bagi TNI AU mengandung pengertian pembinaan kemampuan tempur. Terwujudnya Zero Accident merupakan realisasi keberhasilan kita dalam melaksanakan tugas, untuk itu kondisi aman dan selamat dalam setiap pelaksanaan tugas harus menjadi prioritas utama.

Baca juga:  PASIS SESARCAB ADM DAN DK JALANI ORIENTASI DI SKADIK 501 WINGDIKUM

Selaku Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Pnb Esron SB. Sinaga. S.Sos., mengharapkan kepada seluruh anggota Lanud SAM agar melalui ceramah lambangja seperti ini, para personel dapat menyimak, memahami dan memberikan wawasan lebih luas akan arti dan pentingnya lambangja di lingkungan kerja, karena keselamatan terbang dan kerja memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian Zero Accident, untuk itu tindakan preventif dari personel lambangja sangat diharapkan guna mewujudkan tingkat keselamatan yang tinggi dalam pendayagunaan setiap sistem. “kepada seluruh anggota Lanud Sjamsudin Noor agar tidak malu-malu untuk bertanya, karena dimanapun dan kapanpun kita dalam bertindak harus selalu memperhatikan keselamatan”, himbau Danlanud.

Pada kesempatan tersebut, dalam ceramahnya Letkol Nav Medi Rahman juga memberikan contoh-contoh yang berbahaya dalam keselamatan kerja pada tampilan slide proyektor, seperti misalnya : merokok tidak pada tempatnya, tidak menggunakan pengamanan bila bekerja dalam tempat ketinggian, melaksanakan pengecekan landasan guna pendaratan pesawat, dan lain sebagainya. Selain itu pula pada ceramahnya beliau mengingatkan didepan para anggota Lanud SAM bahwa keberadaan seksi Lambangja tidak hanya mengawasi kerja melainkan keselamatan kerja menjadi tanggung jawab bersama dalam menjalankan tugas sehari-hari. 

Baca juga:  Personel Lanud Supadio Dukung Operasi Lilin 2015

Diakhir ceramahnya Letkol Nav Medi Rahman juga memaparkan faktor-faktor penyebab kecelakaan terbang dan kerja adalah “5 M” : Manusia, Material, Media, Misi/Mission, Manajemen.

Selain itu juga menjelaskan tentang tindakan dalam Emergency Response Plan, yaitu: Menyelamatkan dan melindungi nyawa, Memenej resiko dari kerusakan atau korban, Mendata korban; Melapor pada atasan; Mengadakan operasi pemulihan keadaan.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Lanud SAM, baik Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel