Berita

DISLITBANGAU MENYAMBUT KEMANDIRIAN PERSENJATAAN TNI

Oleh 14 Mei 2010 Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Embargo senjata yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya kepada TNI beberapa waktu lalu mengakibatkan menurunnya kekuatan dan kemampuan TNI sehingga kesiapan operasi pun mengalami hambatan. Yang sangat terpukul dengan adanya embargo dirasakan oleh TNI Angkatan Udara. Kekuatan, kemampuan dan kesiapan operasi TNI AU sebelumnya mencapai 85% tetapi dengan diterapkannya embargo oleh negara produsen alutsista langsung merosot tajam sampai sekitar 40%.

 

Kemerosotan kesiapan operasi TNI yang begitu tajam akibat embargo disebabkan pemenuhan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU, khususnya pesawat terbang sebesar 90 % masih menggantungkan dari negara asing. Ketergantungan alutsista ini dikarenakan keterbatasan industri strategi pertahanan dalam negeri, terutama belum optimalnya pemanfaatan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), baik yang ada di tubuh TNI maupun di industri pertahanan nasional dan perguruan tinggi.

 

Lembaga Litbang bidang persenjataan pertahanan di Indonesia dapat dikatakan telah maju sejajar dengan negara asing produsen senjata yang digunakan TNI. Kemampuan yang dimiliki sudah dapat menciptakan persenjataan yang dibutuhkan TNI, baik persenjataan darat, laut, maupun udara. Hanya sayangnya, kemampuan masing-masing lembaga litbang tersebut belum terintegrasi dengan baik sehingga pemanfaatannya belum optimal.

 

Sebagai upaya menyambut kemandirian pengadaan persenjataan TNI, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) menyelenggarakan Forum Komunikasi Lembaga Litbang yang diikuti Balitbang Dephan, Dislitbangad, Dislitbangal, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Riset dan Teknologi (Ristek), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi “10 November” Surabaya (ITS).

 

Forum Komunikasi Litbang memiliki tujuan untuk mencapai terciptanya kesamaan visi dan persepsi dalam pengembangan peralatan pertahanan, serta meningkatkan jalinan kerjasama yang sinergis antar lembaga litbang jajaran Dephan dengan industri strategis pertahanan nasional dan perguruan tinggi. Sedangkan sasarannya menciptakan inovasi-inovasi agar dapat meningkatkan kemampuan dan keandalan produk litbang serta memberdayakan industri pertahanan nasional untuk menghilangkan ketergantungan alutsista TNI terhadap produk luar negeri. Kegiatan Forum litbang yang digagas Dislitbangau ini untuk menjawab komitmen pemerintah yang berupaya untuk memberdayakan industri pertahanan nasional guna menuju proses kemandirian bangsa dalam pengadaan persenjataan TNI, sehingga mengurangi pemborosan penggunaan uang negara.

 

Dislitbangau sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada bidang penelitian dan pengembangan material alutsista dilingkungan TNI AU dalam upaya meningkatkan kemampuannya telah banyak melakukan kerjasama dengan pihak lain, diantaranya dengan PT DI dalam produksi dan perawatan sistem senjata, PT Pindad dan CV Makmur pembuatan bom tajam dan praktis, Lapan pembuatan propelant roket serta dengan ITB dan UGM pengembangan teknologi kedirgantaraan. Kerjasama ditujukan untuk dapat menghasilkan produk yang diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dan meningkatkan kesiapan operasional alutsista Angkatan Udara khususnya, dan mitra kerja pada umumnya. Produk yang telah dihasilkan dari kerjasama diantaranya Bomb (jenis BT-250, P-50 dan P-100), Roket, Pengolahan limbah hidrasin, alat uji keretakan, simulator Real Time untuk gerak dinamik dan kontrol pesawat F-16, baterry charger tenaga surya, helm dan parachute personel, pengolahan air lapangan, metal fatique monitoring dan masih banyak produk lainnya.

 

Memperhatikan produk-produk yang telah dihasilkan Dislitbangau tidak kalah bila dibandingkan dengan negara asing, sehingga mampu mengantarkan kemandirian pengadaan alutsista TNI. Kini sudah saatnya memanfaatkan industri pertahanan nasional dan lebih mengoptimalkan lembaga litbang. Dengan kemandirian pengadaan persenjataan dari produk dalam negeri akan menstabilkan kesiapan operasional serta memantapkan kekuatan dan kemampuan TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel