Berita

DISLITBANGAU UJI COBA SEAL NOSE/ MAIN LANDING GEAR DAN ALKALINE WATER BASE DI DEPOHAR 10

Dibaca: 64 Oleh 20 Des 2012Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau) melakukan uji coba Seal Nose/Main Landing Gear (L/G) untuk pesawat dan alkaline water base di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 11 dan Sathar 13 Depohar 10, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Selasa (18/12).

Dipimpin oleh Kolonel Tek Yusuf Solihin selaku Kepala Pelaksana Kegiatan beserta staf melaksanakan uji coba alkaline water base produksi Dislitbangau pada pesawat CN-235. Menurut paparan Mayor Sus FX Damanik S.Si., M.P., pencucian merupakan kegiatan preventif dan pengontrolan terhadap laju korosi juga kerusakan premature dari komponen pesawat karena unsur lain atau deposit kotoran.

Tujuan akhir dari pencucian pesawat sendiri adalah untuk memperpanjang usia dari rentang kerusakan exterior pesawat dan kebersihan penampilan.

Selama ini, cairan pencuci tersebut masih diimpor dari USA dan sudah tentu harganya pun mahal. “Bila dibandingkan produk USA dan Dislitbangau adalah 1:100, artinya beli satu produk USA dapat dihasilkan 100 produk Dislitbangau”, papar Mayor Damanik.

Lebih jauh esensi yang dikemukakan adalah adanya keterbatasan anggaran dan perlu waktu lama untuk mengimpor barang tersebut serta tentunya untuk menegakkan kemandirian industri dalam negeri.

Baca juga:  PRAJURIT BATALYON KOMANDO 466 PASKHAS MELAKSANAKAN LATIHAN SPEED MARS

Sementara Mayor Tek Benny Abdillah, ST., memaparkan tentang produk lain Dislitbangau yaitu Seal Nose dan Main Landing Gear untuk pesawat Hawk 100/200, KT-1B, SA-330, dan C-130.

Setiap pesawat terbang dalam melaksanakan misinya tidak lepas dari kegiatan take off dan landing. Komponen yang sangat berperan dalam kegiatan tersebut adalah nose dan main landing gear. Dalam setiap pemeliharaan nose dan main L/G kelengkapan yang tingkat kebutuhannya yang cukup tinggi adalah seal.

Menurut keterangan Mayor Benny, suku cadang tersebut sudah tidak diproduksi oleh pabrikan asalnya, kalaupun ada sangat terbatas. Oleh karena itu, Dislitbangau sesuai tugas dan fungsinya antara lain dalan hal rekayasa materiil berinisiatif untuk membuat komponen itu bagi keempat pesawat tersebut.

“Selain harganya mahal, kita tidak bisa hanya memperbaiki komponen tersebut saja tetapi harus seperangkat, padahal kemampuan Depohar 10 dalam pemeliharaan pesawat sudah memenuhi standar pemeliharaan pesawat terbang”, tambah Benny.

Hasil pengujian untuk alkaline water base dinilai sudah memenuhi standar parameter uji menurut Inspektor dari Sathar 11. Cairan pencuci pesawat buatan Dislitbangau sifatnya tidak korosif, ramah lingkungan, serta aman terhadap kulit.

Baca juga:  Casis Taruna dan Taruni AAU Lanud Ngurah Rai Laksanakan Tes Samapta

Sementara untuk seal nose dan main landing gear pelaksanaan uji statik dan dinamis di Sathar 13, dan dari segi komposisi ekuivalen dengan aslinya serta memenuhi standar pengujian.

Pelaksanaan uji coba tersebut disaksikan pula oleh perwakilan pejabat dari Koharmatau, Srenaau, Disaeroau, Dismatau, Dislambangjaau, serta Depohar 10.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel