Berita

DISSURPOTRUDAU MELAKSANAKAN PEMOTRETAN UDARA DI LANUD ABDULRAHMAN SALEH

Dibaca: 20 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrudau) telah berhasil melaksanakan kegiatan pemotretan udara lahan TNI AU di wilayah Lanud Abdulrahman Saleh pada hari senin (1/6). Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo mengatakan kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date guna mendukung kondisi pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan nasional.

 

Selain Lanud Abdulrahman Saleh, juga telah dilaksanakan pemotretan di Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Suryadarma, Lanud Adi Sumarmo, Lanud Adi Sucipto serta Lanud Iswahyudi, imbuhnya.

 

Pemotretan udara ini bertujuan untuk memperbaharui data foto udara lama dikarenakan adanya perubahan fungsi dan penggunaan lahannya. Pemotretan udara dilakukan dengan metode pemotretan vertikal dimana sumbu kamera tegak lurus dengan obyek di permukaan bumi.

 

Kamera yang digunakan ada dua, yaitu : kamera large format manual RMK TOP dan kamera DSLR Nikon D2Xs yang dipasang di pesawat Casa 212 A- 2103 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh. Penggunaan double camera ini dimaksudkan untuk mendapatkan foto udara berwarna yang dapat mewakili keadaan sebenarnya di lapangan dari segi posisi, bentuk, dan ukuran, tutur Marsma Paulus.

Baca juga:  Satgas Pamrahwan Yonko 462 Paskhas Gagalkan Pengiriman Sabu di Bandara Sentani

 

Hasil akhir yang dari kegiatan ini adalah mosaik foto udara yang menggambarkan keadaan obyek maupun fenomena di permukaan bumi saat ini. Dari mosaik foto udara tersebut dapat diketahui besarnya perubahan penggunaan lahan agar nantinya pemetaan lahan TNI AU benar-benar akurat dan terlihat dengan jelas batas-batas kepemilikan, jelasnya.

 

Selain digunakan untuk memetakan Lahan TNI AU, data foto udara juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional, seperti : penentuan lokasi strategis pembangunan berbagai infra struktur pemerintah maupun untuk pemetaan daerah rawan bencana.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel