TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

DPR Masih Kaget Atas Rencana Pembelian Heli Tempur Apache AS

By 24 Sep 2012Pustaka
Exercise Pitch Black 2012
Helikopter AH-64D Apache.FOTO : ROSLAN RAHMAN/AFP

Helikopter AH-64D Apache.FOTO : ROSLAN RAHMAN/AFP

Sepengetahuan DPR, pemerintah akan membeli heli dari PT DI

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tubagus Hasanuddin menyatakan, rencana pemerintah untuk membeli pesawat helikopter serang, dari Amerika Serikat jenis Apache, benar-benar mengejutkan mereka.
 
“Mengejutkan karena selama ini Kemenhan dan TNI tidak pernah merencanakan pembelian heli Apache, baik dalam APBN 2012 maupun RAPBN  2013 yang akan datang,” kata Hasanuddin di Jakarta, Minggu (23/9).

Sepengetahuan DPR, lanjutnya, tahun ini TNI memang akan membeli delapan unit heli serang, seharga USD 90 juta dan 16 unit heli serbu, seharga USD 170 juta.

Kedua  jenis pesawat itu akan dibeli dari PT. Dirgantara Indonesia dan sudah  dilakukan kontrak.
 
Sementara, berdasarkan penelusuran pihaknya, harga satu unit heli Apache tanpa senjata diperkirakan sekitar USD 40 juta, dan bila  dipersejatai harganya akan meningkat menjadi USD 60 juta.

“Itu sama dengan USD 600 juta untuk 10 unit atau satu skuadron. Nah kita  bingung sekarang soal rencana ini dan keuangannya. Pemerintah sebaiknya konsisten saja dengan rencana yang sudah dibuatnya,” tegas Hasanuddin.
 
Rencana Indonesia membeli heli Apache itu muncul dari mulut Menter Luar Negeri (Menlu) AS, Hillary Clinton, usai bertemu dengan Menlu RI Marty Natalegawa di  AS beberapa hari lalu.

Hillary mengatakan, pemerintah AS telah  “menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan  helikopter AH-64D Apache Longbow kepada Pemerintah Indonesia”.
 
Saat menyampaikan hal itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat sehari kemudian.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

DPR Masih Kaget Atas Rencana Pembelian Heli Tempur Apache AS