Berita

Drs. KH. Iwan Jawawi: Shalat dan Makna Idul Adha Di Lapangan Mabesau Pancoran

Dibaca: 30 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Drs. KH. Iwan Jawawi: Shalat dan Makna Idul Adha Di Lapangan Mabesau Pancoran

 

Selain Ibadah Haji bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

 

Hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu, anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail. Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam, betapa tidak Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri.

 

Demikian dikatakan Imam merangkap Khotib Drs. KH. Iwan Jawawi saat melaksanakan Shalat Idul Adha 1430 Hijriyah di lapangan Mabesau, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/11).

 

Setelah itu Allah telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah hewan. Pemberian nikmat oleh Allah kepada manusia tak terhingga, anak, isteri, harta kekayaan, kesehatan, pangkat kedudukan jabatan dan kekuasaan.

Baca juga:  Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkopau Lanud Sultan Hasanuddin

 

Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Allah atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintah-Nya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis, namun karena didasari ketaqwaan yang kuat, perintah Allah pun dilaksanakan. Akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba.

 

Dari sini pula manusia disadarkan kembali bahwa pada hakikatnya manusia itu satu keluarga dalam ikatan satu keimanan. Untuk saudara-saudari yang saat ini tidak naik haji, diajak untuk membangun diri dengan meninggalkan kehidupan yang tidak baik, kesombongan, ambisi yang tidak mungkin dapat dicapai dan mampu hidup ditengah-tengah heterogen budaya, suku, serta segala bentuk kehidupan di dunia.

 

Sementara sebelum shalat Idul Adha dimulai Ketua Panitia dan Pelaksana Harian Masjid Ash-Sholihin Kolonel Kal Barhan memberikan laporan kepada para jamaah bahwa hasil dari kotak amal saat shalat Idul Fitri 1430 H yang lalu sebesar Rp 19.170.000,-. Untuk hewan korban yang terkumpul saat ini sebanyak dua ekor sapi dan 17 ekor kambing yang langsung disembelih selesai shalat Idul Adha dan akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya di sekitar Kompleks Triloka TNI AU, Pancoran Jakarta Selatan.

Baca juga:  Komandan Lanud Wiriadinata Menjadi Narasumber dalam FGD

 

Daging yang di bagikan kepada masyarakat dijamin sehat dan tidak berhasalah, karena saat penyembelihan hewan kurban diawasi oleh pemantau Kak Susi Mahasiswa semester III Fakultas Kedokteran Hewan, IPB Bogor. Bukti dinyatakan sehat itu selain diperiksa kebersihan, kesehatan, juga di cek organ dalamnya setelah disembelih berupa limpa, paru-paru, dan hati.

 

Penyembelihan diawali satu ekor sapi yang langsung diberikan oleh Ketua Umum Inkopau Marsekal Pertama TNI Januar Sugiadji, ST, MM langsung kepada panitia Kurban.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel