Berita

Dua Pesawat Sukhoi 27/30 dan Pesawat Super Tucano “Force Down“ dan “Penindakan” Pesawat Asing

Dibaca: 4 Oleh 29 Jun 2015Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Dua pesawat Sukhoi 27/30 yang merupakan unsur Tempur Sergap melakukan “Force Down” terhadap pesawat tidak dikenal yang melanggar wilayah udara nasional Indonesia. “Force Down” dilaksanakan berdasarkan informasi dari Popunas yang menangkap adanya lasa X (pesawat tidak dikenal). Informasi tersebut lalu diteruskan kepada Kosek I selanjutnya dilakukan pengamatan secara terus menerus, bahwa pesawat tersebut benar melangggar wilayah udara nasional Indonesia, Kamis (25/6). 

Kas Kohanudnas Marsma TNI Supriharsanto memerintahkan dua pesawat Sukhoi untuk memaksa turun (intecept) pesawat Boieng 737, karena tidak memiliki izin terbang atau Flight Clearence (FC) melintas wilayah udara Indonesia. Kedua pesawat Sukhoi milik TNI AU ini berhasil memaksa mendarat pesawat asing di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Itulah sebagian skenario latihan Perkasa A tahun 2015 yang telah berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan Kosekhanudnas I beserta unsur operasional jajarannya dalam menghadapi kontijensi di wilayah masing-masing selain itu untuk meningkatkan sistem penangkalan serta penindakan di wilayah udara tanggung jawab Kosekhanudnas I. 

Baca juga:  Lanud Hanandjoeddin Pertahankan Gelar Juara Lomba Menembak se-Babel

Pada hari yang sama dua pesawat Super Tucano melaksanakan simulasi penindakan terhadap pesawat negara asing berkecepatan rendah (low speed) yang tidak memiliki izin terbang atau Flight Clearence (FC) ke wilayah udara nasional Indonesia. Selanjutnya pesawat Super Tucano juga melaksanakan simulasi serangan udara ke PLTA Cirata, kegiatan latihan perkasa A-15 ini untuk melatih kesiapsiagaan Hanud Pasif dalam mengurangi kerugian material dan fasilitas akibat serangan udara ke objek vital nasional.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel