Berita

DUKA SELIMUTI LANUD PEKANBARU

Dibaca: 10 Oleh 19 Okt 2010Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Innallillahi wainnallillahi rojiun, segenap keluarga besar Lanud Pekanbaru merasakan duka mendalam atas meninggalnya almarhum Serka Riko Listriono. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 19 Oktober 2010 pukul 02.15 WIB Setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Eka Hospital kota Pekanbaru, akibat kecelakaan lalu lintas pada hari Senin 18 Oktober 2010 pukul 21.30 WIB. Setelah menjalani ritual perawatan jenazah di rumah duka, almarhum disholatkan di mesjid Amrullah Lanud Pekanbaru. Pada pagi harinya almarhum diberangkatkan ke kampung halamannya Sidoarjo, Jawa Timur melalui penerbangan komersil tujuan kota Surabaya. Almarhum dilepas melalui prosesi upacara pelepasan jenazah yang dipimpin langsung oleh Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Nanang Santoso di halaman mesjid Amrullah, Selasa (19/10)

 

Dalam sambutannya, Danlanud mewakili seluruh keluarga besar Lanud Pekanbaru menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya almarhum, kepada keluarga yang ditinggalkan, Danlanud mendoakan agar dapat menerima musibah ini dengan tawakal dan ikhlas. Rasa duka dan rasa sedih yang mendalam terpancar dari raut muka Danlanud dan seluruh anggota Lanud Pekanbaru saat mengiringi keberangkatan almarhum menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II untuk selanjutnya diterbangkan ke Surabaya.

Baca juga:  KASAU: KODIKAU TIDAK BOLEH BERHENTI BERINOVASI

 

Almarhum yang keseharian berdinas sebagai anggota Gudang Perbekalan (GPL) Dinas Logistik Lanud Pekanbaru tersebut merupakan sosok yang dikenal ramah kepada semua orang. Almarhum mengawali kariernya sebagai prajurit TNI Angkatan Udara melalui Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier tahun 1998-1999. Setelah menyelesaikan pendidikan pertama, almarhum mengikuti sekolah bahasa Inggris Teknik dan sekolah Perbekalan Militer yang kemudian ditempatkan sebagai anggota Dinas Logistik Lanud Pekanbaru pada tanggal 17 Oktober tahun 2000 yang lalu.

 

Almarhum yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 10 April 1978 tersebut meninggalkan satu orang isteri dan dua orang anak. Selamat jalan sahabat, doa kami mengiringi kepergianmu menghadap Sang Khaliq.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel