Pustaka

ELANG KHATULISTIWA MENJELAJAHI LANGIT BALIKPAPAN DAN LANGIT MAKASAR

Dibaca: 29 Oleh 16 Nov 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Matahari di langit bumi Khatulistiwa tampak bersinar terang, langit berwarna biru dengan hembusan angin yang hampir tak terasa, seakan mengantar keberangkatan para Elang Khatulistiwa yang akan menjelajahi langit Balikpapan dan Makassar. Sabtu pagi tanggal 22 Oktober 2011 satu-persatu pesawat Hawk 100/200 lepas landas meninggalkan landasan pacu Lanud Supadio, menuju langit Balikpapan dan langit Makassar.

Latihan Hanudnas Tutuka 35

Sabtu pagi tanggal 22 Oktober 2011, kepak sayap Elang Khatulistiwa sudah mulai terdengar di atas langit Balikpapan, dan gelar kekuatan alutsista TNI-AU di wilayah Kosek II dan IV pun sudah siap. Kekuatan Hawk 100/200 Skadron udara 1 ini akan digunakan untuk menjaga dan melindungi wilayah udara NKRI dari ancaman musuh dari luar atau pelanggar batas ALKI II, begitulah skenario latihan puncak Hanudnas dengan sandi “Tutuka 35”. Dengan home base yang berbeda, tidak hanya kekuatan unsur tempur Hawk 100/200 di Balikpapan saja yang memainkan peran dalam latihan Tutuka 35, tetapi kekuatan unsur tempur lain seperti Sukhoi 27/30 di Manado juga disiagakan untuk menerkam sasaran di udara dan Radar Hanudnas yang siap mengarahkan unsur tempur ke arah target yang dicurigai.

Sesuai dengan perintah dari jajaran komando atas dalam hal ini Panglima Kohanudnas, maka seluruh kekuatan tempur telah disiapkan untuk melaksanakan operasi Hanudnas di tempat masing-masing sesuai dengan tingkat siaga, waspada dan siap tempurnya. Kesibukan luar biasa terlihat di Lanud Balikpapan, dimana personel Skadron udara 1 baik penerbang, ground crew maupun tim pendukung lain sudah siap menempati posisinya masing-masing untuk menjalankan latihan operasi Hanudnas Tutuka. Di bawah pimpinan komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Deni Hasoloan Simanjuntak, para Elang Khatulistiwa terus menyimak perkembangan situasi yang dimainkan oleh komando latihan. Tibalah waktunya untuk beraksi saat sirine yang berbunyi terus menerus dangan meningkatnya tingkat eskalasi yaitu: siaga 1, waspada merah dan siap tempur 1 menandakan bahwa Hawk 100/200 harus segera melaksanakan Intercept secepat mungkin untuk menjangkau sasaran yang telah tertangkap oleh satuan radar Balikpapan, atau dengan kata lain “scramble”. Dengan kerjasama yang baik antara satuan radar, MCC dan para Elang Khatulistiwa, maka sasaran yang dilaporkan oleh satuan radar berupa lasa X dapat diidentifikasi secara baik sesuai dengan protap Hanudnas. Latihan dengan skenario yang berbeda-beda ini dilaksanakan secara berulang kali untuk menyamakan persepsi atau pengetahuan tentang prosedur penyergapan sasaran udara yang tidak diketahui dan yang mengancam kedaulatan NKRI di udara.

Baca juga:  133 Pama Ikut Ujian Mandiri

Pada latihan kali ini, TNI-AL dan TNI-AD juga turut dilibatkan agar protap Hanudnas dapat dilaksanakan dengan baik. Masing-masing peran diharapkan dapat mendukung latihan operasi Hanudnas secara menyeluruh, baik unsur TNI-AL yang menempatkan satu KRI berkemampuan Hanud untuk mengawasi ALKI 2 maupun TNI-AD yang menempatkan satu Hanud titik untuk mengamankan Obvitnas yang berlokasi di PT. Badak Botang. Perintah untuk menjadi interceptor ataupun peran musuh sudah diterima, dan kemudian dengan cepat dan sigap para Elang-Elang Khatulistiwa mengudara.

Dengan kerja sama yang baik antar masing-masing unsur baik sebagai peran kawan ataupun musuh, maka objektif latihan dapat tercapai dan dapat dijadikan bekal dikemudian hari untuk menjaga kedaulatan wilayah udara NKRI.

ELANG KHATULISTIWA MENJELAJAHI LANGIT BALIKPAPAN DAN LANGIT MAKASAR
Elang Khatulistiwa kembali dari misi Force Down.

 

 

Weapon Delivery di AWR Takallar 

Setelah melaksanakan tugas latihan di Balikpapan, selanjutnya para Elang Khatulistiwa melanjutkan misi peningkatan profisiensi sebagai unsur tempur yang mampu menghancurkan sasaran darat dengan melaksanakan latihan Weapon Delivery di AWR Takalar, Makassar. Latihan yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober sampai dengan 3 November 2011 ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menembak secara akurat dengan menggunakan bomb dan roket latih. Parameter penembakan menjadi konsumsi yang wajib terutama bagi para Elang-elang muda, agar kemampuannya dalam me-release amunisi udara yang selama ini hanya dilaksanakan dengan simulasi saja dapat semakin terasah. 

Baca juga:  K. 51

Dengan semangat tinggi, para Elang memulai latihannya secara serius dengan AWR Takalar yang menjadi sasarannya. AWR Takalar merupakan daerah latihan yang baru bagi para Elang Khatulistiwa, dan dalam hal ini merupakan kesempatan emas untuk menambah pengalaman daerah latihan dan tentunya akan meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit TNI-AU pengawal Dirgantara. 

7 Pesawat Hawk 100/200 telah disiapkan oleh para teknisi Skadron Udara 1, diantaranya membawa persenjataan Rocket FFAR 2.75 Inch dan BDU 33. Cuaca sangat mendukung untuk melaksanakan latihan. Para Elang mengudara menuju area penembakan dan target yang berjarak 5 Nm dari IP (initial point) itupun secara terus menerus dibombardir dengan tepatnya. 

Pesawat Hawk 100/200 dikenal memiliki perlengkapan avionics yang sangat canggih, salah satunya adalah dapat membantu para penerbang untuk menghancurkan sasaran di udara maupun di darat dengan hasil perkenaan yang sangat akurat, hal tersebut tercermin dari hasil latihan penembakan di AWR Takalar yang telah dilaksanakan. 90% dari hasil penembakan telah jatuh tepat mengenai sasaran yang memiliki radius 12,5 meter, dan hal yang paling menyenangkan adalah pada saat sang RSO menyampaikan hasil penembakan dengan kata “IN”. 

Baca juga:  MAYOR SUS RATIH PUSPARINI WANITA PERTAMA DALAM PENUGASAN MISI PBB

ELANG KHATULISTIWA MENJELAJAHI LANGIT BALIKPAPAN DAN LANGIT MAKASAR
Elang Khatulistiwa siap menghancurkan target latihan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel