Pustaka

Empat Super Tucano Tiba 1 September

Dibaca: 20 Oleh 28 Agu 2012Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat memastikan empat dari 16 pesawat tempur taktis Super Tucano yang dipesan Indonesia dari Brazil tiba pada awal September 2012. Super Tucano menggantikan pesawat tempur ringan OV-10 Bronco, akan menghuni Skadron Udara 21 Lanud Abdurahman Saleh, Malang.

“Usai Idul Fitri ini, TNI AU akan menerima kedatangan pesawat-pesawat tempur taktis baru yaitu pesawat Super Tucano, pesawat ini akan menghuni Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh setelah dihentikannya pengoperasian pesawat OV-10 Bronco lima tahun yang lalu,” ujar KSAU pada halal bihalal TNI AU di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/8).

Halal bihalal Mabesau dihadiri Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto, Wakil KSAU Marsdya TNI Dede Rusamsi, Ketua Umum PIA Ardya Garini Maya Imam Sufaat dan jajaran pimpinan TNI AU.

KSAU meyatakan, kedatangan empat pesawat tempur taktis Super Tucano bukan berarti semakin mengurangi beban tugas TNI AU. Sebaliknya, tugas TNI AU ke depan semakin berat.

Hal ini bisa ditelisik berdasarkan skala kondisi kekuatan TNI AU dengan luas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Azman Yunus mengatakan, sebelum diterbangkan ke Malang, Super Tucano disambut sekaligus diserahterimakan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 September 2012. Penyambutan dipimpin langsung oleh KSAU. Dari Brasil, pesawat akan dibawa dengan cargo udara Hercules, jadi sistemnya pesawat di dalam pesawat,” jelas Kadispenau.

Pesawat Super Tucano ini dipesan sebanyak 16 unit. Namun pada gelombang pertama akan datang empat unit terlebih dulu. Super Tucano dipersenjatai dengan canon Browning 12,7 mm. “Rencananya akan ditampilkan juga dalam upacara ulang tahun TNI 5 Oktobetr nanti,” katanya.

Terbang Pendek

Super Tucano juga akan ditempatkan di Skuadron Udara 21 yang berpangkalan di Pangkalan Utama TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, sebagaimana Bronco dulu.

Kedua pesawat beda generasi ini sangat pas untuk keperluan patroli dan intelijen ketinggian rendah, counter insurgence, close air support, pemotretan udara, dan patroli perbatasan.

Pesawat Bronco banyak berperan di Operasi Seroja di Timor Timur, yang terbang memberi close air support sehingga memecah kemampuan dan konsentrasi lawan. Super Tucano juga berkemampuan terbang patroli di garis batas perbatasan yang memiliki landasan terbang pendek. (Feber S)




Baca juga:  Marsdya TNI Daryatmo Jabat Kepala Staf Umum TNI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel