TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Engine Assy dari Lanud Ats ke Museum Pusat Dirgantara Mandala

By 26 Feb 2018Berita, Foto
angine_assy__3_

TNI AU. Lanud Atang Sendjaja kembali mengirimkan barang-barang yang bersejarah yang berada di Lanud Atang Sendjaja untuk mengisi Museum Pusat Dirgantara Mandala, Setelah pesawat Helikopter Mi-1, kini giliran beberapa Engine Assy di realokasi ke Museum Pusat Dirgantara Mandala yang sebelumnya Engine tersebut direkondisikan di Skatek 024 Lanud Atang Sendjaja. Engine Assy diberangkat dari Skatek 024 Lanud Ats menuju ke Lanud Halim Perdanakusuma dan selanjutnya diterbangkan ke Jogjakarta, Jum’at (23/2).

Komandan Skatek 024 Lanud Ats, Letkol Tek Tek Sri Harijanto ketika dikonfirmasi terkait pemberangkatan Engine Assy tersebut menjelaskan bahwa ada beberapa Engine Assy yang telah direkondisi. “Skatek 024 sudah menyelesai kegiatan rekondisi Engine yang dimaksud yang terdiri dari Engine R1820-84, PT6T-6, RR250C-20VB, Turmo III 6 C, Turmo IV C, Makila 1A1 dimulai dari tanggal 24 Januari 2018 dan telah rampung pada tanggal 22 Februari 2018, sehingga Jum’at (23/2) dilakukan serta proses delivery dan penyerahan ke Lanud Adisucipto Yogyakarta”, jelas Danskatek 024, Letkol Tek Tek Sri Harijanto.

Selanjutnya dijelaskan oleh Danskatek 024 bahwa engine-engine yang dikirim mempunyai riwayat dan sejarah yang sangat penting di Lanud Ats. “Engine R1820-84 PN. S1606-2053, SN. H34A-Helicopter 53-4485 MTU-2 type nine cylinder single row supercharge air cooler radial engine dengan maximum power 746 KW, merupakan pabrikan dari Lycoming dan Pratt & Whitney untuk melengkapi engine pesawat UH H-34A Sikorsky yang diterbangkan oleh TNI AU pada tahun 1961 yang di opersionalkan oleh Skadron Udara 6”, ungkapnya.

“Lanjutnya, Engine PT6T-6 PN. 3024700, SN. CP-PS72559 type turbo shaft engine dengan maximum power 1801 KW, merupakan pabrikan dari Pratt & Whitney Canada untuk melengkapi engine pesawat S-58T Twin Pack yang merupakan hasil modifikasi dari pesawat UH H-34D Sikorsky menjelang akhir tahun 1978, dilaksanakan di Skadon Teknik 016 Bandung (sekarang dikenal dengan Sathar 16 depohar 10 Bandung) sehingga pesawat ini menjadi S-58T Twin Pack yang diopersionalkan oleh Skadron Udara 6.

“Sedangkan Engine RR250C-20VB SN. CAE835618 type turbo shaft engine dengan maximum power 190 KW, merupakan pabrikan dari Rolls-Royce yang diupgrade untuk melengkapi engine pesawat Bell 27G Solloy, yang diterbangkan oleh TNI AU pada tahun 1984 yang diopersionalkan oleh Skadron Udara 7”. Sedangkan Engine Turmo III 6 C PN. 308262A2, SN. 111 type two shaf turbo shaft engine dengan maximum power 746 KW, merupakan pabrikan dari Safran Turbomeca untuk melengkapi engine pesawat SA-321 Super Frelon yang diterbangkan oleh TNI AU pada tahun 1980 yang merupakan hibahan dari Pelita Airservice registrasi PK-PEF dalam operasi Timor-Timor”, papar Letkol Tek Sri Harijanto.

Disampaikan juga bahwa dua engine lainnya, yaitu Engine Turmo IV C PN. 0279005070, SN. 1935 type free turbine turbo shaft engine dengan maximum power 1300 KW, merupakan pabrikan dari Safran Turbomeca untuk melengkapi engine pesawat SA-330 Puma yang diterbangkan oleh TNI AU pada tahun 1979 yang diopersionalkan oleh Skadron Udara 8, “Dan Engine Makila 1A1 PN. 0298005060, SN. 1570 type free turbine turbo shaft engine dengan maximum power 1801 KW, merupakan pabrikan dari Safran Turbomeca untuk melengkapi engine pesawat NAS-332 Super Puma yang diterbangkan oleh TNI AU pada tahun 2001 yang diopersionalkan oleh Skadron Udara 6, pungkas Danskatek 024 Lanud Ats.

Semua ini merupakan peninggalan sejarah yang sangat berarti dalam dunia penerbangan Indonesia, khususnya di Lanud Atang Sendjaja pada zamannya. Penempatan ke Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta sebagai bukti sejarah bagi putra-putri Indonesia masa kini dan masa depan.

angine_assy__1_

Engine Assy yang telah direkondisikan oleh Skatek 024 sebelum dikirim ke Lanud Halim P untuk diangkut ke Lanud Adisucipto Yogyakarta, Jumat (23/2/2018)

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Engine Assy dari Lanud Ats ke Museum Pusat Dirgantara Mandala