Berita

Entry Brief Awali Pemeriksaan BPK-RI di Lanud Iswahjudi dan Insub

Entry Brief Awali Pemeriksaan BPK-RI di Lanud Iswahjudi dan Insub
#TNIAU 
TNI AU.  Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan Entry Briefing pemeriksaan BPK-RI di Lanud Iswahjudi dan Insub, yang berlangsung di ruang rapat Makolanud Iswahjudi, Senin (24/2/2020).

Kehadiran Tim BPK-RI di Lanud Iswahjudi ini dipimpin oleh Abdul Hakim, S.E., M.Si selaku Pengendali Teknis yang akan melaksanakan pemeriksaan di Lanud Iswahjudi dan Insub sampai dengan tanggal 28 Februari mendatang.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E, M.M, dalam sambutannya mengatakan bahwa, pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK-RI merupakan bagian dari fungsi manajemen yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan keuangan serta penurunan kinerja organisasi.

Marsma Iko juga menegaskan tentang komitmen satuannya dalam mencegah terjadinya korupsi dalam penyelenggaraan organisasi.

”Penyelenggaraan manajemen instansi yang bersih, bebas dari korupsi maupun terhindar dari berbagai penyelewengan, menjadi tekad kita bersama dalam melaksanakan tugas”, tegas Danlanud Iswahjudi.

Lebih lanjut Danlanud Iswahjudi mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja kepada segenap tim BPK-RI dan mengharapkan Tim BPK mampu bertugas dengan baik sesuai dengan dedikasi dan tanggungjawab yang diberikan.

Sementara kepada satker yang menjadi objek pemeriksaan, Danlanud mengharapkan, agar membantu dan mendukung pelaksanaan tugas tim BPK-RI sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai.

”Berikan data-data yang diperlukan selengkap – lengkapnya disertai keterbukaan, sehingga berguna dalam memberikan saran dan masukan yang positif,” jelas Danlanud.

Sementara itu Abdul Hakim selaku pengendali teknis BPK, menyampaikan bahwa, tujuan dari pemeriksaan di Lanud Iswahjudi dan Insub ini adalah untuk menilai kewajaran dari laporan keuangan Kemhan dan TNI, dimana output dari pemeriksaan tersebut adalah Opini.

Dijelaskannya bahwa, saat ini Kemhan dan TNI merupakan pengguna anggaran negara kedua terbesar setelah Kementrian PUPR, sehingga hasil pemeriksaan di kedua lembaga ini sangat menentukan penilaian kewajaran atas penggunaan anggaran di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca juga:  Makohanudnas Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel