Berita

Etika dan Moralitas Tetap Menjadi Tumpuan Dasar

Dibaca: 26 Oleh 29 Apr 2011Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Para siswa harus memahami agar etika dan moralitas harus tetap menjadi tumpuan mendasar sebagai salah satu pilar penyangga harkat dan martabat prajurit yang profesional. Artinya, seorang profesionalis harus mencerminkan sikap dan kesungguhan hati untuk mendalami, menguasai, menerapkan, dan menjunjung tinggi etika profesi.

Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo S.I.P. selaku Inspektur Upacara saat membacakan amanat pada pembukaan Pendidikan Kursus Bintara Manajemen Elektronika (Susbamenjurlek) angkatan ke-28 dan Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Montir Radio (Susjurlata Monrad) angkatan ke-6 yang berlangsung di gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman, Bandung, Jumat(29/4).

Lebih lanjut disampaikan bahwa pola pendidikan yang ditempuh para siswa akan padat dengan kegiatan akademik, yang pada akhirnya menuju poses pengembangan diri. Karenanya, untuk menghadapi perubahan lingkungan tersebut, personel TNI Angkatan Udara harus membuka diri dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itu, saya mengingatkan kepada para siswa dan para instruktur agar dalam proses belajar mengajar tidak terjebak pada pola rutinitas yang hanya mengejar target kurikulum. ”Saya berharap, dari kedua penididikan ini para instruktur mampu memunculkan kreativitas dan inovasi dalam mendayagunakan komponen pendidikan secara maksimal,” kata Danlanud.

Baca juga:  Olimpiade Sains dan Bahasa Inggris Tingkat SD-SMP di Lanud Suryadarma

Dengan demikian akan terwujud hasil didik berpenampilan menarik, bersikap santun selaku prajurit TNI Angkatan Udara, berkemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya, memegang teguh disiplin dan loyalitas yang tinggi. Sehingga hasil didik, akan menjadi masuka yang baik bagi pengawakan organisasi TNI Angkatan Udara di masa mendatang.

Ditambahkan bahwa apa yang dijalankan para siswa sebenarnya merupakan proses belajar yang terus menerus. Artinya, perlu ada upaya untuk menjadikan belajar sebagai again dari perilaku kerja. Tanpa adanya budaya belajar, kita tidak akan mungkin memiliki organisasi belajar. Tanpa organisasi belajar tidak mungkin suatu organisasi atau institusi mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusianya secara berkelanjutan. “Saya yakin, dengan selalu berupaya meningkatkan pengetahuan, para siswa akan mampu menyelesaikan pendidikan tersebut dengan baik dan tuntas,” kata Danlanud diakhir sambutannya.

Pendidikan Susbamenjurlek angkatan ke-28 diikuti oleh 80 siswa bintara dan susjurlata monrad angkatan ke-6 diikuti 15 siswa tamtama. Para siswa tersebut akan menempuh pendidikan selama tiga bulan di Skadron Pendidikan 202 Lanud Sulaiman. Pendidikan susbamenjurlek bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dasar manajemen, ketrampilan penerapan manajemen, pemeliharaan, dan sikap perilaku yang perlu kepada siswa. Begitu juga dengan pendidikan Susjurlata monrad bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan ketrampilan dalam bidang pemeliharaan dan pengoperasian radio. Kedua jenis pendidikan tersebut diharapkan mampu memenuhi harapan lembaga pendidikan dalam mencetak sumber daya mausia yang berkualitas.

Baca juga:  Ceramah Psikologi & Hukum Pusdiklat Paskhas

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel