Berita

Evakuasi masyarakat terdampak asap, “TNI AU Siagakan Lima Pesawat C-130 Hercules Dan Lima CN-295”

By 27 Oct 2015 No Comments
c130_hercules_indonesian_air_force_approaching
#TNIAU #TNI-AU

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Masekal TNI Agus Supriatna mengatakan, “Bila ada perintah dari atas untuk segera melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak asap di Sumatera dan Kalimantan, TNI AU sudah siap mendukung pelaksanaannya, karena saat ini sudah saya siagakan lima pesawat C-130 Hercules dan lima CN-295,

yang standby di Lanud Halm Perdanakusuma, Jakarta” kata Kasau kepada media di sela-sela acara serah terima jabatan (Sertijab) Wakil Kasau (Wakasau), di Mabesau Cilangkap, Jakarta. Wakasau diserah terimakan dari Marsekal Madya (Marsdya) TNI Bagus Puruhito kepada Marsekal Muda (Marsda) TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Senin (25/10).

Terkait dengan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Sumatera, Kasau menjelaskan, pihak TNI AU sudah melaksanakan beberapa langkah dan upaya pemadaman sesuai kemampuan. Mulai dari aplikasi hujan buatan melalui TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) hingga pemadaman secara langsung ketitik api dengan teknik penyiraman mengunakan cairan khusus. Menurut Kasau, pesawat-pesawat TNI AU, seperti C-130 Hercules, CN-295 dan Helikoper sudah dikerahkan untuk mengurangi api dan asap.

“Untuk hujan buatan belum maksimal, karena di atas wilayah Sumatera tidak terdapat awan berpotensi hujan, sementara teknik penyiraman dengan cairan khusus, sebenarnya efektif memadamkan api dan asap, tetapi karena wilayah kebakaran sudah demikian luas, sehingga belum memberikan dampak signifikan” jelas Kasau.

Pindahkan Pesawat Tempur

Menyinggung kegiatan latihan bagi penerbang tempur di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Kasau merencanakan akan menggeser sementara pesawat-pesawat tempur yang ada ke Lanud Iswahyud Madiun. Saat ini di Lanud Rusmin Nurjadin terdapat dua Skadron pesawat tempu yaitu pesawat Hawk 100/200 dan F-16 figthing falcon.Pergeseran ini untuk menjaga agar para penerbang tetap dapat melaksanakan latihan setiap hari.

“Kondisi udara di Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru memang tidak kondusif untuk latihan bagi para penerbang tempur kita, mengingat visibility sangat pendek. Bila suatu saat cuaca clear saya perintahkan pesawat Hawk 100/200 geser ke Madiun, sementara pesawat F-16 ke Biak melaksanakan operasi pengamanan perbatasan” kata Kasau.

Sementara untuk pesawat-pesawat tempur Hawk 100/200 yang ada di Skaron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak masih dapat melaksanakan latihan, karena visibility di Pontianak masih di atas 500 meter, sehingga masih dapat melaksanakan terbang di area latihan.

Pemilihan Lanud Iswahyudi Madiun sebagai tempat pergeseran pesawat Hawk 100/200 dari Pekanbaru, dengan pertimbangan, di Madiun seluruh fasilitas latihan penerbangan sangat memungkinkan dan tidak menggangu penerbangan, sementara kalau di Lanud Halim Perdanakusma Jakarta, dapat menggangu jadwal penerbangan sipil yang ada.

Leave a Reply