Berita

Exchange Visit Caf Royal Australia Air Force (RAAF)

Dibaca: 21 Oleh 08 Des 2014Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Chief of Air Force (CAF) Royal Australia Air Force (RAAF) Air Marshal Geoffrey Brown memenuhi undangan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI I B Putu Dunia di kediaman beliau di Bali. Kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara Australia yang bertolak dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung ini dengan menggunakan pesawat Chalenger RAAF 504 call sign Asy, 345, Kamis (27/12).

Kedatangan CAF RAAF beserta istri Mrs. Amanda Brown di Bali disambut oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W. S.Sos., beserta Ketua PIA Ardhya Garini Cab 5/ D II Lanud Ngurah Rai di Base Ops Lanud Ngurah Rai. Turut menyambut kedatangan CAF RAAF tersebut, Marsma TNI Wijanarko sebagai Pati Pendamping, Marsma TNI Wiko Sofyan Attache Pertahanan RI untuk Australia, para perwira dan pengurus PIA Ardhya Garini Cab 5/ D II Lanud Ngurah Rai.

Setelah beristirahat sejenak di ruang Safe House Graha Ambara Lanud Ngurah Rai, Air Marshal Geoffrey Brown beserta istri Mrs. Amanda Brown bertolak menuju Monumen Bom Bali Ground Zero di Jalan Legian, Kuta. Monumen tersebut dibangun untuk mengenang 202 korban ledakan bom di Sari Club dan Paddy’s Cafe di Jalan Legian, 12 Oktober 2002, termasuk para korban dari kewarganegaraan Australia sebanyak 88 orang pada kesempatan tersebut juga rombongan berkesempatan melaksanakan doa bersama untuk mengenang para korban peristiwa tersebut.

Baca juga:  TANAMKAN KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN

Selesai mengunjungi Monumen Ground Zero Air Marshal Geoffrey Brown beserta istri Mrs. Amanda Brown menuju ke kediaman Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia yang berada di Kampung Banjar Toh Jiwo Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan. Setibanya di kediaman CAF bersama rombongan langsung disambut oleh Kasau yang didampingi Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Dewi I.B Putu Dunia.

Pada acara jamuan yang dilaksanakan di kediaman Kasau tersebut, Marsekal TNI I B Putu Dunia menyampaikan beberapa hal kepada CAF RAAF Air Marshal Geoffrey Brown terkait dengan adat Bali. Dalam kesempatan tersebut juga Kasau menjelaskan mengenai Asta Kosala Kosali arsitektur Bali, Fengsui membangun Bangunan bali. Lebih lanjut Kasau menyampaikan bahwa Asta Kosala Kosali adalah sebuah tata cara, tata letakdan tata bangunan tempat tinggal serta bangunan tempat suci yang ada di Bali yang sesuai dengan landasan Filosofis, etis dan ritual dengan memperhatikan konsepsi perwujudan, pemilihan lahan, hari baik (dewasa) membangun rumah serta pelaksanaan yadnya.

Selanjutnya Marsekal TNI I B Putu Dunia juga menjelaskan mengenai bagian – bagian rumah kepada CAF RAAF sembari mengajak beliau berkeliling ke kediaman sambil menjelaskan maksud dan tujuan bangunan tersebut. Adapun bagian bagian rumah adat bali diantaranya :

Baca juga:  Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Pengajian Jelang Bulan Suci Ramadhan

Pamerajan, adalah tempat upacara yang dipakai untuk keluarga. Pada perkampungan tradisional biasanya setiap keluarga mempunyai pamerajan yang letaknya di Timur Laut pada Sembilan petak pola ruang.

Umah Meten, yaitu ruang yang biasanya dipakaitidur kepala keluarga sehingga posisinya harus cukup terhormat.

Bale sepakat, bale ini biasanya digunakan untuk tempat tidur anak–anak atau keanggota keluarga yang masih junior.

Bale Tiang Sanga, biasanya digunakan sebagai ruang untuk menerima tamu.

Bale Dangin biasanya dipakai untuk duduk–duduk membuat benda–benda seni atau merajut pakaian bagi anak dan suaminya.

Lumbung, sebagai tempat menyimpan hasil panen, berupa padi dan hasil kebun lainnya. Paon (dapur), yaitu tempat memasak bagi keluarga.

Aling – aling adalah bagian entrance yang berfungsi sebagai pengalih jalan masuk sehingga jalan masuk tidak lurus kedalam tetapi menyamping. Hal ini dimaksudkan agar pandangan dari luar tidak langsung lurus kedalam.

Angkul – angkul yaitu entrance yangberfungsi seperti candi bentar pada pura yaitu sebagai gapura jalan masuk.

Selain menjelaskan masalah Asta kosala Kosali Kasau juga menjelaskan hal yang berkaitan dengan acara keagamaan Hindu yang masih lestari sampai saat ini serta hal hal lainnya terkait dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Bali yang merupakan salah satu hal yang menjadikan Bali menjadi destinasi tujuan wisata dunia.

Baca juga:  Panglima TNI : Pergeseran Paradigma Perang Konvensional

Setelah menerima kunjungan di Kediaman, Kasau Marsekal TNI I B Putu Dunia mengajak CAF RAAF mengunjungi tempat wisata Tanah Lot sebuah tempat objek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam untuk melihat matahari terbenam / sunset. Tanah lot merupakan bagian wilayah Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, ditempuh sekitar 45 menit dari kawasan Kuta. Di tempat ini terdapat dua pura, keduanya terletak di atas batu besar.

Kegiatan selanjutnya setelah mengunjungi objek wisata Tanah Lot yaitu melaksanakan gala dinner di Ayodia Resort Nusa Dua yang dihadiri Rombongan CAF RAAF dan rombongan Kasau yang didampingi Komandan Lanud Ngurah Rai bersama dengan Pati Pendamping dan Marsma TNI Wiko Sofyan Atase Pertahanan RI untuk Australia.

Keesokan paginya CAF RAAF Air Marshal Geoffrey Brown bertolak ke Australia di hantar ole Kasau Marsekal TNI I B Putu Dunia, Pati Pendamping, Marsma TNI Wieko Sofyan Attache Pertahanan RI untuk Australia serta Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto P W.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel