Berita

F-16 Skadron Udara 16 “Force Down” Pesawat Tak Dikenal

Dibaca: 4 Oleh 15 Feb 2016Tidak ada komentar
F-16 Skadron Udara 16 “Force Down” Pesawat Tak Dikenal
#TNIAU 

Telah terdeteksi adanya pesawat yang tak dikenal melanggar batas wilayah udara di sekitar Pulau Sumatera. Atas laporan tersebut maka Lanud Roesmin Nurjadin memerintahkan pesawat F-16 dari Skadron Udara 16 untuk terbang dan mengidentifikasi pesawat tersebut.

Setelah menemukan sasaran, dan terbukti benar melanggar wilayah udara negara Indonesia maka dilaksanakan prosedur “Force Down” atau penurunan paksa pesawat yang tak dikenal tadi ke bandara terdekat, dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin.

Itulah sebagian cerita dalam skenario Penanganan Force Down yang dilakukan oleh Lanud Roesmin Nurjadin dalam Latihan Pertahanan Udara (Hanud) Cakra-C tahun 2016, Kamis (11/2).

“Latihan Hanud Cakra-C ini merupakan latihan rutin yang dilaksanakan oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) beserta jajarannya guna meningkatkan kemampuan serta profisiensi personel yang terlibat, baik itu para penerbangnya, personel Lanud maupun personel yang bertugas di Satuan Radar”, ujar Kolonel Pnb Fajar Adrianto selaku Wasdal Latihan Cakra-C.

Ditambahkan oleh Kolonel Pnb Fajar penanganan “Force Down” atau penurunan paksa pesawat yang melanggar kedaulatan Udara ini merupakan bagian dari keseluruhan latihan Hanud Cakra-C yang telah berlangsung sejak 9 Februari lalu, dan melibatkan sekitar 600 personel, baik dari Satrad yang terlibat, kemudian Kosekhanudnas serta unsur Lanud Roesmin Nurjadin sendiri.

Baca juga:  LANUD SUPADIO KIRIM 4 CALON KARBOL AAU

Sementara itu Danlanud Rsn Marsma TNI Henri Alfiandi mengatakan bahwa sebagai seorang prajurit, tugas yang paling utama adalah mempertahankan negara dari adanya ancaman-ancaman yang mungkin saja dapat menggangu kedaulatan negara.

“Oleh karena itu latihan untuk meningkatkan kemampuan prajurit merupakan sesuatu hal yang harus terus dilakukan agar para prajurit semakin profesional dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kedaulatan negara”, tegasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel