Berita

Flight Familirization Susdokbang

Dibaca: 59 Oleh 21 Jul 2010Tidak ada komentar
Flight Familirization Susdokbang
#TNIAU 

Untuk mengetahui efek dari penerbangan terhadap faal tubuh karena adanya gaya gravitasi baik G positif maupun G negatif, selama dua hari, 21 siswa Kursus Dokter Penerbangan (Susdokbang) Lakespra, dr. Saryanto, Jakarta mengadakan Flight Familirization di Skadron-Skadron Udara jajaran Wing 3 Lanud Iswahjudi, Selasa (20/7).


Para siswa dokter penerbangan tersebut selama dua hari berada di Lanud Iswahjudi dibagi menjadi tiga kelompok, untuk melaksanakan Flight Familirization dengan menggunakan pesawat tempur F-16/Fighting Falcon di Skadron Udara 3, F-5/Tiger di Skadron Udara 14 dan Hawk MK 53 di Skadron Udara 15.


Dalam kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kolonel Kes dr Totok Sukamto, para siswa Susdokbang yang terdiri dari dokter-dokter TNI AU tersebut, sebelum melaksanakan Flight Familirization terlebih dahulu mendapatkan arahan tentang prosedur terbang di kursi belakang (back seat) dari masing-masing Skadron.


Sehari sebelum melaksanakan Flight Familirization ke-21 siswa tersebut mengadakan kunjungan ke Skadron-Skadron yang dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan para penerbang, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan kegiatan penerbangan yang yang nantinya akan terkait dengan tugas dokter penerbangan.

Baca juga:  Apel Gelar Pasukan Pam VVIP Kunker RI-1di Wilayah Papua 

Flight Familirization merupakan kurikulum praktek Susdokbang, yang harus diikuti seluruh siswa untuk mendapatkan kualifikasi sebagai dokter penerbangan yang akan ditempatkan di Skadron-Skadron Udara. Sementara kursus itu sendiri berlangsung selama empat bulan dengan materi pendidikan teori dan praktek.


Terkait dengan tugas yang akan dihadapi selaku Dokter Penerbangan di Skadron-Skadron Udara nantinya, maka para siswa Susdokbang tersebut sangat serius dalam mengikuti setiap penjelasan yang diberikan. Demikian pula dengan Flight Familirization yang dilakukan bersama dengan para penerbang, tahap demi tahap yang dilakukan, mereka perhatikan dengan seksama. Hal ini mereka lakukan dengan harapan agar materi yang didapatkan selama dua hari di Lanud Iswahjudi dapat dijadikan referensi dalam pelaksanaan tugas nantinya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel