Berita

Gempar!!! Lanud Supadio Paksa Mendarat Pesawat Asing Tanpa Ijin

Dibaca: 45 Oleh 01 Mar 2017Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Sebuah pesawat asing memasuki wilayah udara Indonesia tanpa ijin, informasi keberadaan pesawat asing ini terdeteksi oleh pantauan Satuan Radar (Satrad) 212 Ranai di Pulau Natuna, dimana pesawat tersebut berada di utara pulau Kalimantan. Seketika dua unit pesawat tempur Hawk 200 Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak langsung diterbangkan untuk menindak pesawat asing tersebut, dalam waktu kurang dari 14 menit, 2 pesawat Hawk 200 berhasil memaksa pesawat tanpa ijin ini mendarat di Lanud Supadio, Selasa (28/2).

Setelah dipaksa mendarat di Lanud Supadio, pesawat asing yang diawaki oleh dua orang pilot ini langsung di amankan oleh sejumlah personel Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) dan dikawal ketat oleh sejumlah prajurit Paskhasau dengan persenjataan lengkap. Namun pada saat diperintahkan keluar dari Cockpit, salah seorang pilot berusaha melarikan diri, namun dengan sigap anggota Pomau dapat mengatasinya tanpa perlawan yang berarti, akhirnya kedua pilot asing ini digelandang ke kantor intelijen untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pesawatnya langsung diperiksa dan diamankan. Hingga saat ini pesawat tersebut masih berada di Apron Lanud Supadio dengan penjagaan.yang ketat dan diberi police line oleh Pomau.

Baca juga:  Kasau : Gelar Kesarjanaan Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Kejadian ini merupakan salahsatu skenario latihan puncak Lanud Supadio dengan sandi ” Alap Gesit 2017″ yakni pelaksanaan latihan Force Down dengan melibatkan unsur tempur pesawat Hawk dan unsur pangkalan.

Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Triibowo menyampaikan bahwa, pelaksanaan latihan puncak ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapsiagaan Lanud Supadio dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, salah satunya adalah pelaksanaan penindakan terhadap pesawat asing yang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa ijin atau pelaksanaan latihan Force Down.

“Salah satu tugas Lanud Supadio adalah sebagai satuan penindak terhadap setiap pelanggaran wilayah udara Indonesi, oleh karena itu kita menguji kesiapsiagaan seluruh unsur yang ada di Lanud Supadio ini, baik itu unsur tempurnya maupun unsur pangkalannya. Kesiapsiagaan yang kita harapkan adalah kesiapsiagaan alutsista dan kesiapsiagaan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing”, demikian disampaikan Danlanud pada saat latihan berlangsung.

Selain pelaksanaan latihan Force Down, pada latihan puncak Lanud Supadio tahun 2017 ini juga diujikan kesiapan pesawat tempur Hawk dalam melaksanakan Bantuan Tembakan Udara (BTU) yang dilaksanakan melalui Latihan Pengendalian Tempur (Dalpur) dengan melibatkan prajurit Batalyon Komando 465 Paskhas. Latihan lainnya adalah pelaksanaan Combart Search And Rescue (Combat SAR) yakni latihan pencarian dan penyelamatan prajurit atau penerbang yang sedang berada di daerah pertempuran karena melaksanakan Eject dari pesawatnya pada saat melaksanakan misi operasi udara. Pada latihan Combat SAR ini menggunakan pesawat helikopter Super Puma dengan membawa sejumlah prajurit Paskhas dengan pengawalan dua unit pesawat tempur. Latihan lainnya adalah menguji kesiapsiagaan prajurit Lanud Supadio dalam menghadapi Emergency Landing pada saat pesawat tempur menghadapi suatu permasalahan. Latihan ini melibatkan sejumlah unit pemadam kebakaran, tim medis dari rumah sakit dan personel Skadron Udara 1 dalam menganalisa dan memperbaiki kerusakan pesawat yang menyebabkan terjadinya emergency landing tersebut, latihan ini dikemas melalui latihan Crash Team.

Baca juga:  Hari Ini, Serah Terima Memorandum Danlanud Abd Saleh

Latihan puncak Alap Gesit 2017 ini merupakan latihan tingkat satuan yg melibatkan.seluruh satuan jajaran yang ada di Lanud Supadio. Lebih dari 200 personel terlibat langsung pada latihan yang berlangsung selama dua hari ini.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel