Berita

GUBERNUR AAU AJAK JAGA MELESTARIKAN ALAM, DALAM “LATIHAN WANATIRTA” KARBOL AAU DI SERMO

Dibaca: 2 Oleh 11 Nov 2011Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

108 Karbol Tingkat II Werving 2010 Akademi Angkatan Udara (AAU) mengikuti Latihan “Wanatirta” Di Daerah Sermo Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah. Upacara Pemberangkatan dipimpin oleh Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Bambang Samoedro, S.Sos. di Lapangan Dirgantara Kampus AAU Yogyakarta, Jumat, (11/11). 

Gubernur AAU dalam sambutannya mengatakan. Latihan “wanatirta” bertujuan untuk memberi bekal awal kemampuan bertahan hidup di wahana Air (Sea Survival) dan di Daratan atau Hutan (Jungle Survival), dan kemampuan SERE sebagai awak pesawat. Lokasi latihan di waduk sermo dan sekitarnya cukup memenuhi syarat sebagai daerah latihan, sehingga diharapkan tujuan dan sasaran latihan dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan sehingga para Karbol yang kelak akan ditempatkan di berbagai satuan TNI AU, mampu beradaptasi dalam situasi yang sebenarnya yang mungkin terjadi ketika melaksanakan tugas sebagai Air Crew baik dari tantangan mengatasi medan maupun ancaman menghadapi musuh Masih menurut Gubernur Karbol juga akan dibekali kemampuan bertahan hidup dengan tidak merusak alam lebih tegasnya turut melestarikan alam. 

Baca juga:  Upacara 17-an di Kosekhanudnas II

Materi Latihan yang akan berlangsung hari ini sampai 14 Nopember 2011 ini, meliputi baca peta, melaksanakan kompas siang, kompas malam, membaca tanda-tanda SAR (Search and Rescue), bivak serta survival di hutan dan air. Selama berlatih, para Karbol, juga akan melaksanakan praktek penghindaran dari hadangan musuh, pelolosan dari tawanan musuh serta mempertahankan diri dari tekanan para interogator. 

Dalam situasi seperti itu, para karbol yang di simulasikan sebagai awak pesawat dituntut untuk mampu melaksanakan survival sehingga bebas dari tangkapan maupun tawanan musuh. Pemahaman dan keterampilan survival tempur bagi awak pesawat, khususnya para karbol yang dipersiapkan untuk menjadi penerbang, mutlak dikuasai, sehingga bila dihadapkan dengan situasi emergency pada operasi penerbangan yang sesungguhnya, para karbol sudah tahu harus berbuat apa. Karena dalam suatu operasi penerbangan, tidak tertutup kemungkinan awak pesawat harus melaksanakan survival dikarenakan pesawat yang diterbangkanya mengalami kecelakaan atau insiden karena tertembak musuh. 

Mengakhiri sambutannya Gubernur memberikan 5 penekanan kepada peserta latihan : 

Pertama, Tetap laksanakan peraturan kehidupan taruna dan peraturan khusus karbol selama latihan berlangsung.
Kedua, jaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan kelangsungan makhluk hidup lain.
Ketiga, jalin kerjasama dengan sesama peserta latihan.
Keempat, tempatkan safety sebagai bagian dalam keberhasilan latihan.
Kelima, laksanakan latihan dengan semangat dan motivasi yang tinggi sehingga tercipta suasana latihan yang kondusif.

Baca juga:  Upacara Persemayaman dan Pemberangkatan Jenasah (Alm) Marsma TNI Petrus Bagia Putranto

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel