Berita

Guru Militer Adalah Agen Pembelajaran

Dibaca: 13 Oleh 28 Sep 2011Tidak ada komentar
Guru Militer Adalah Agen Pembelajaran
#TNIAU 

Margahayu (28/9) Peran guru militer adalah sebagai agen pembelajaran yang berfungsi sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari “karakter”. Peran guru militer diharapkan dapat menjadikan peserta didiknya menjadi terang hati dan pikiran.

Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio, S.I.P selaku inspektur upacara pada penutupan pendidikan Suspagumil Angkatan ke-40 di lapangan upacara Staf II, Lanud Sulaiman, Bandung.

”Untuk itu, saya berpesan agar para instruktur hendaknya terus mengupayakan proses pembelajaran yang melibatkan proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik bukan lagi bersifat monologis melainkan dialogis. Sehingga diharapkan kelak peserta didiknya dapat lebih hebat daripada dirinya,” kata Danlanud .

Menurutnya, para lulusan harus mampu mengadopsi cara-cara positif dalam proses pembelajaran. Dengan cara positif maka tidak mungkin tongkat estafet pengajaran yang diberikan dapat menularkan sikap yang merugikan bagi generasi pengajar selanjutnya, karena bagaimanapun, proses pendidikan seperti ini akan terus berlanjut.

Lebih lanjut Danlanud menyatakan bahwa membelajarkan secara serempak pikiran, hati, dan fisik para lulusan akan menambah semangat untuk pelaksanaan tugas ke depan. ”Oleh sebab itu, kepada para lulusan yang kini menyandang guru militer, kelak harus bersemangat memberikan keyakinan kepada para peserta didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berfikir tinggi, kritis, dan cakap dalam memecahkan masalah, ” kata Danlanud.

Baca juga:  SERTIJAB KARUMKIT LANUD PEKANBARU

”Proses pendidikan adalah sebagai bagian dari proses pengembangan mental dan kepribadian prajurit yang sapta marga. Pahamilah bahwa pengetahuan yang terbina dengan baik, akan melahirkan berbagai kreativitas,” demikian kata Danlanud diakhir sambutan.

Pendidikan Suspagumil Angkatan ke-40 dilaksanakan di Skadron Pendidikan 201 Lanud Sulaiman dengan masa tempuh empat bulan untuk menyelesaikan 646 jam pelajaran. Pendidikan yang diikuti 30 perwira siswa tersebut menetapkan Mayor Kal Nasfizal Indardi sebagai siswa lulusan terbaik.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel