Berita

Haerul Si Pembuat Pesawat dari Barang Bekas Kunjungi Lanud Halim Perdanakusuma

Haerul Si Pembuat Pesawat Dari Barang Bekas Kunjungi Lanud Halim Perdanakusuma
#TNIAU 

TNI AU. JAKARTA. HALIM.  Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (20/1/2020) kedatangan tamu istimewa, pemuda asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.  Haerul pemuda perakit pesawat model ultralight dari mesin sepeda motor yang sebelumnya menarik perhatian banyak pihak.

Kunjungan Haerul di Lanud Halim Perdanakusuma memasuki hari kedua setelah kedatangan di Jakarta, Minggu (20/1), atas undangan Kepala Staf Angkatan Udara.

Kunjungan Haerul di Lanud Halim Perdanakusuma   disambut  Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si.(Han) dan Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tonny Harjono, S.E.

Selama di Lanud Halim Perdanakusuma Haerul akan mengunjungi beberapa Skadron Udara dan Skadron Teknik, seperti Skadron 2, Skadron 17, Skadron 31, Skadron 45 dan Skatek 021 serta akan melaksanakan terbang joy flight dengan pesawat CN 295 milik Skadron Udara 2.

Sesaat sebelum  melaksanakan terbang joy flight, Kadispenau Marsma TNI  Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si.(Han) kepada awak media menyampaikan Haerul di Jakarta ini atas undangan Kepala Staf Angkatan Udara.

“Kepala Staf Angkatan Udara memberikan apresiasi kepada generasi muda terhadap kecintaannya terhadap dirgantara, dan punya keberanian seperti  Haerul ini.”

Baca juga:  SOSIALISASI PROGRAM ASABRI BAGI PRAJURIT KALBAR

“Haerul ini membuat pesawat dari barang bekas hingga mampu menerbangkan,  hanya secara otodidak, modal semangat, belajar dari youtube dan juga literature saja,” ujarnya.

Haerul adalah seorang montir dan mekanik, dengan menggunakan barang bekas, membuat sayap, baling-baling dan dipasang mesin sepeda motor hingga bisa terbang dan ini luar biasa, lanjut Kadispenau.

“Hari ini kita akan terbang joy flight dengan pesawat CN-295  bersama Haerul, sekaligus untuk mengenalkan secara teori dan akademisi bagaimana pesawat hingga bisa terbang”.

Sementara itu Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tonny Harjono, S.E., mengatakan, Lanud Halim P. akan memberikan tambahan ilmu untuk Haerul, karena ilmu penerbangan resikonya tinggi.

“Jadi jangan sampai inovasi yang ada tanpa ilmu nantinya dapat mencelakai diri  sendiri”, ujarnya.

“Nanti akan kita perlihatkan di Skadron Teknik 021, bagaimana cara merakit dan memelihara pesawat, jangan sampai pesawat yang dikembangkan itu tidak aman”, ujarnya

Setelah terbang joy flight,  Lanud Halim Perdanakusuma juga  memberikan informasi kepada Haerul tentang skadron udara yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma beserta jenis pesawatnya,  seperti Skadron Udara 2, Skadron Udara 17, Skadron Udara 31, Skadron Udara 45

Baca juga:  Kerasnya Medan Bukan Halangan Sarotama Melaksanakan SAR

Haerul yang sejak kecil mengidolakan Prof. BJ. Habibie  kepada awak media menyampaikan rasa bangganya  mendapat  undangan dari Kasau.

“Saya bangga atas undangan ini, sejak kecil saya sudah tertarik kedirgantaraan, dengan kunjungan ini akan menambah pengetahuan saya tentang penerbangan,” ujar Haerul.

Haerul juga menyampaikan pesawat yang dibuatnya mampu terbang selama dua jam dengan ketinggian 35 meter, ungkapnya dengan bangga.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel