Berita

Hal yang Tidak Biasanya Dilakukan Helikopter dari Lanud Atang Sendjaja

Hal Yang Tidak Biasanya Dilakukan Helikopter Dari Lanud Atang Sendjaja
#TNIAU 

TNI AU.  Kalau melihat para penerjun payung yang melaksanakan terjun payung sambil membawa bendera, baik bendera merah putih maupun bendera lambang satuan TNI, adalah hal yang biasa disaksikan, namun yang tidak pernah dilihat dan tidak biasa dilakukan adalah ketika helikopter terbang sambil membawa bendera raksasa berukuran 20×30 meter, ini merupakan hal yang sangat langka bahkan baru pernah terjadi di Indonesia.

Hal yang tidak biasanya tersebut, dilakukan oleh helikopter TNI Angkatan Udara dari Lanud Atang Sendjaja yang diawaki oleh Skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, yaitu demo udara yang menampilkan atraksi Giant Flag Underslung oleh 6 helikopter multirole, terdiri dari 2 helikopter NAS 332 Super Puma dari Skadron Udara 6, 2 helikopter EC-725 Caracal, dan 2 helikopter SA 330 Puma dari Skadron Udara 8.

Atraksi Giant Flag Underslung ditampilkan oleh helikopter-helikopter dari Lanud Atang Sendjaja ini sebagai pembuka demo udara yang disaksikan langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, para tamu undangan dan ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan puncak peringatan HUT ke-74 TNI yang berlangsung di Lanud Halim Perdana Kusuma, Sabtu (5/10).

Giant Flag dibagi atas dua elemen, dan tiap elemen terdiri dari satu pesawat pembawa bendera, dan dua pesawat sebagai pengawal. Untuk Elemen 1, sebagai Flight Leader adalah Komandan Skadron Udara 6, Letkol Pnb A. Kholiq Yulianto, sementara Elemen 2 sebagai Flight Leader adalah Komandan Skadron Udara 8, Letkol Pnb David Dwi Martin, kedua Danskadron ini sama-sama alumni Akademi Angkatan Udara tahun 2000, dan secara beriringan pada ketinggian 300 feet, ke 6 helikopter melintas di depan Presiden RI dan para Pejabat TNI serta tamu undangan dan para penonton, disambut dengan tepuk tangan yang meriah.

“Sesungguhnya waktu persiapan Giant Flag ini sangat singkat, hanya kurang lebih 4 bulan, yang diawali dengan pengiriman tim ke Singapura untuk mempelajari pelaksaan Giant Flang Underslung yang telah lebih dahulu dilaksanakan oleh RSAF”, jelas Danskadron 8, Letkol Pnb David Dwi Martin, ketika ditanya awak media terkait persiapan atraksi Giant Flag ini.

Lebih lanjut Letkol Pnb David Dwi Martin menjelaskan bahwa setelah tim kembali dari Singapura, dilakukan evaluasi. “Kami kemudian membentuk tim Giant Flag, serta penyiapan sarana pendukung lainnya, diantaranya pembuatan bendera raksasa tersebut,” pungkasnya.

“Kami sangat bangga, dan tentu ini merupakan torehan tinta emas dan merupakan catatan sejarah bukan saja untuk TNI AU, maupun TNI, tapi untuk bangsa Indonesia, apa yang dilakukan oleh helikopter TNI Angkatan Udara dari Lanud Atang Sendjaja yang dimiliki oleh Skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8,” ujar Danskadron Udara 6, Letkol Pnb A. Kholiq Yulianto, ketika ditanya awak media setelah sukses melaksanakan atraksi Giant Flag.

Dengan persiapan yang matang, walaupun singkat waktunya, namun profesionalitas, semangat juang, dedikasi dan loyalitas yang dimiliki dan ditunjukan oleh kedua Komandan Skadron Udara ini, dibawah arahan serta bimbingan Danwing 4 Kol Pnb Muzafar serta Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Eding Sungkana, dan didukung oleh para penerbang handal dari masing-masing Skadron yang memiliki kemampuan yang tinggi, serta seluruh anggota tim yang terlibat, misi Giant Flag berhasil dilaksanakan dengan sempurna, aman, dan lancar. Bravo Skadron Udara 6, Skadron Udara 8, serta Lanud Atang Sendjaja secara keseluruhan.

Hal Yang Tidak Biasanya Dilakukan Helikopter Dari Lanud Atang Sendjaja

Hal Yang Tidak Biasanya Dilakukan Helikopter Dari Lanud Atang Sendjaja

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel