TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Hari Ibu : “Perempuan dan Laki-laki adalah Partnership untuk Kesejahteraan Bangsa”

By 26 Dec 2018 Berita
IMG_3124

TNI AU. Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya memiliki hakekat untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Peringatan Hari Ibu yang ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur.

Demikian sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang dibacakan Kepala Dinas Personel Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Bambang Sudewo selaku inspektur upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu (PHI) ke-90 tahun 2018, Sabtu (22/12) di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Di bawah guyuran hujan, upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas dan Denhanud 472 Paskhas baik militer maupun PNS tersebut, diawali pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan sejarah singkat hari Ibu, sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan diakhiri dengan doa.

“Peringatan ini diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan serta dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change),” tambahnya.

Peringatan hari Ibu ke-90 tahun 2018 mengambil tema “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional.

Dimana berbagai persoalan sosial yang marak terjadi dan berdampak di kehidupan masyarakat khususnya pada perempuan dan anak seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif, sehingga perlu berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi bagian utama/pilar guna mencegah terjadinya kekerasan dengan menanamkan nilai-nilai, karakter dan budi pekerti. Ketahanan keluarga juga menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius serta sangat diperlukan perlibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder.

Selain itu juga disampaikan bahwa perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Dimana perempuan dan laki-laki keduanya adalah “partnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.(penhnd/2018).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Hari Ibu : “Perempuan dan Laki-laki adalah Partnership untuk Kesejahteraan Bangsa”