Berita

Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2019: “Bangkit Untuk Bersatu”

Dibaca: 655 Oleh 20 Mei 2019Tidak ada komentar
Hnd 7758
#TNIAU 

TNI AU. Sumpah Palapa merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111, 20 Mei 2019, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI H. Haris Haryanto, S.IP. selaku Inspektur Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019, Senin (20/5) di lapangan Mako Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. 

Upacara yang penuh khidmat ini, diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Sekolah Bahasa Lanud Sultan Hasanuddin baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.

Selanjutnya Menkominfo RI juga menyampaikan bahwa tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar berkat pengorbanan saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka yang menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu serta diharapkan dengan pengorbanan tersebut, bersama-sama kita menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

“Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia,” tambah Menkominfo RI.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 ini mengusung tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Peringatan ini diharapkan kita harus bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad dengan “gotong-royong”.

Selanjutnya disampaikan bahwa dalam pidato Bung Karno di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, saat merumuskan dasar negara Indonesia, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila dapat diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong. Menurut Bung Karno, gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!

“Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”. Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi “Sacangreud pageuh, sagolek pangkek”. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar “Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata”. Dari Bumi Gora, kita diminta: “Bareng bejukung, bareng bebose”. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung “Waja sampai kaputing”. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong”, lanjut Menkominfo RI dalam sambutan yang dibacakan Danlanud Sultan Hasanuddin.

Di akhir sambutannya Menkominfo RI mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang keseratus sebelas dan mengajak semua anak bangsa secara sadar dapat memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi sebagai warisan kearifan lokal untuk menuju kejayaan di pentas global.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto pimpin Pantukhirda Taruna Taruni Tahun 2019

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel