TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Hari kedua 42 Penerbang Lanud Iswahjudi, “Survive” di Telaga Ngebel

By 22 Feb 2019 February 25th, 2019 Berita
IMG_7276

TNI AU.  Latihan survival dasar Lanud Iswahjudi madiun yang berlangsung dari (tanggal 21-22 Februari 2019) mengambil tempat di Telaga Ngebel kaki gunung Wilis Kabupaten Ponorogo. Latihan yang di Mulai dari SD N 3 Ngebel dengan ketinggian 1500 kaki dan merupakan daerah pegunungan menjadi medan latihan yang wajib di taklukkan.

Hari ini memasuki hari terakhir latihan survival dasar Lanud Iswahjudi sebelum di tutup oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E, M.M. Sejak kemarin ke 37 Penerbang dan 5 Ground Crew mendapat gemblengan dari pelatih Batalyon 463 Paskhas. Dimulai dari materi Kesehatan lapangan (cara membidai luka pada tulang), menembak, Peluncuran, Lempar pisau, Psikologi Lapangan (lading berbahaya), Boby trap (jeratan), Bivak dan pengenalan macam macam hewan dan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan. Dan latihan akhirnya memasuki sea survival.

Latihan Survival Dasar tahun 2019, Menurut Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa, merupakan latihan pertama kali yang mengambil medan yang cukup berat. Karena medan yang biasanya digunakan sudah kurang layak digunakan latihan. Sedangkan Survival di laut (sea survival). Kilo flight terdiri dari dua pesawat dan empat crew melaksanakan misi serangan udara langsung di pesisir pantai untuk membantu pasukan kawan yang sedang terdesak. Pada saat melaksanakan misi, wingman mengalami spatial disorientation dan menabrak pesawat Leader dan berakibat kerusakan pada flight control kedua pesawat. Penerbang memutuskan untuk eject di atas minimum ejection altitude dan mendarat di perairan. Untuk bertahan hidup di dalam air, para crew mengembangkan pelampung dan Dinghy-One-Man sambil menunggu pertolongan dari tim SAR. Setelah berhasil membuka komunikasi dengan tim SAR, mereka diperintahkan untuk menuju ke koordinat tertentu untuk memudahkan penjemputan. Namun pada perjalanan tersebut para penerbang melihat di kejauhan terdapat pesawat helikopter musuh yang mendekat. Dengan segera para penerbang membalikkan Dinghy-One-Man untuk memberikan penyamaran bahwa tidak ada kehidupan di perairan tersebut dengan harapan pesawat musuh segera pergi menjauh dari wilayah tersebut.

Latihan survival yang dikhususkan untuk melatih dan memberikan pengalaman praktis kepada para pilot saat menghadapi berbagai kemungkinan yang dialami dalam melaksanakan operasi di daerah musuh/pertempuran tersebut juga diikuti oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolone Pnb M. Satrio Utomo, S.H., sekaligus sebagai Direktur Latihan.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Hari kedua 42 Penerbang Lanud Iswahjudi, “Survive” di Telaga Ngebel