Pustaka

HAWK 100/200 SKADRON UDARA 1

Dibaca: 119 Oleh 20 Des 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Foto Pentak Lanud Spo

PESAWAT TEMPUR HAWK 100/200 SKADRON UDARA 1 LANUD SUPADIO LAKSANAKAN LATIHAN PENGISIAN BAHAN BAKAR DI UDARA

 

Tiap pagi mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Desember 2010, masyarakat Kalbar khususnya yang berada di daerah Tanjung Bangkai dekat kota Mempawah dan sekitarnya mungkin bertanya-tanya tentang apa yang mereka lihat di atas langit. Karena tampak 1 buah pesawat berukuran besar diikuti dua buah pesawat berukuran kecil beriring-iringan membentuk lintasan elips, berulang kali, dan seolah-olah pesawat yang berukuran besar dikeroyok karena pesawat yang berukuran kecil datang silih berganti.

 

Sebetulnya, pesawat-pesawat tersebut sedang melakukan latihan untuk meningkatkan profisiensi para penerbang TNI-AU. Pesawat-pesawat yang terlibat adalah 1 C-130 BT Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abdurrachman Saleh Malang dan 5 pesawat Hawk 200 serta 2 pesawat Hawk 100 Elang Khatulistiwa Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak. Dengan mengusung judul Latihan Air Refuelling (pengisian bahan bakar di udara) 2010, latihan ini memiliki tujuan yaitu untuk menambah kemampuan/daya jangkau pesawat tempur Hawk 100/200, dengan cara mengisi bahan bakar di udara tanpa harus mendarat terlebih dahulu.

Baca juga:  Suara Angkasa Edisi Oktober 2017

 

Mungkin kita ketahui bersama bahwa hampir setiap kendaraan memerlukan bahan bakar untuk pembakaran mesin. Apabila kendaraan seperti sepeda motor, mobil yang mogok karena kehabisan bakar itu tidaklah menjadi masalah yang besar karena masih bisa diatasi. Bagaimana halnya apabila pesawat yang sedang terbang kehabisan bahan bakar di udara?. Tentulah akan sangat berakibat fatal.

 

Dalam latihan ini seluruh personel Skadron Udara 1 terlibat, terdiri dari Aircrew dan Groundcrew dibawah pimpinan Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Tjahya Elang “Blackhawk” Migdiawan. Aircrew yang terlibat terdiri dari 13 orang penerbang dengan kualifikasi instruktur, flight leader, element leader, wingman dan siswa transisi X. Letkol Migdiawan mengatakan bahwa “latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seluruh penerbang tempur pesawat Hawk 100/200”.

 

Pada pelaksanaan latihan ini seluruh penerbang Hawk 100/200 diprogramkan untuk melaksanakan secara “wet” maupun “dry” (wet berarti langsung mengalirkan fuel tambahan dari tanker ke pesawat Hawk 200 sedangkan dry berarti simulasi memasukkan AAR Probe ke Hose dari pesawat tanker tanpa mengalirkan fuel). Menurut Lettu Pnb Binggi Nobel yang baru pertama kali mendapatkan kesempatan melaksanakan pengisian bahan bakar di udara secara “live” menggunakan pesawat Hawk 200. Dia mengatakan “Latihan ini memerlukan ketenangan dan konsentrasi yang tinggi. Kemudian fase yang paling kritis adalah saat sebelum AAR Probe masuk ke dalam hose dari tanker, proses ini penuh perjuangan dan kesabaran. Akhirnya, setelah fuel mengalir secara sempurna dari pesawat tanker ke pesawat Hawk, dan kemudian pesawat Hawk melepaskan probe dari hose tanker (disengaged), yang tersisa selanjutnya adalah perasaan sukacita yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata”.

Baca juga:  K. 09

 

Dengan berakhirnya latihan pengisian bahan bakar di udara (Air Refuelling) ini diharapkan kemampuan para penerbang dapat meningkat pada keahliannya masing-masing. Baik bagi penerbang pesawat Hawk 100/200 maupun bagi penerbang Hercules C-130 BT. Dan pada akhirnya diharapkan pula latihan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dimasa mendatang agar TNI-AU tetap jaya di angkasa.

 

Penulis:
Kapten Pnb M. Amry “Thresher” Taufanny Elang 29
Kasubsibinlambangja Silambangja
Skadud 1 Lanud Supadio

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel