Berita

Heli TNI AU H- 3215 Ditemukan

Dibaca: 28 Oleh 01 Des 2014Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Helikopter TNI Angkatan Udara jenis Super Puma dengan nomor ekor H-3215 yang melakukan pendaratan darurat di Papua telah ditemukan oleh team Heli SAR pada pukul 11. 36 waktu Indonesia timur beserta awak pesawat dan 10 penumpangnya dalam keadaan selamat, Senin (1/12). Ruang operasi (Ruops) Lanud Jayapura memberikan keterangan bahwa team heli SAR telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan saat ini melakukan evakuasi awak pesawat maupun penumpangnya untuk dibawa ke Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.

TNI AU pagi ini berhasil menurunkan tiga personel Para Rescue dan seorang anggoita Basarnas Papua lewat tehnik meluncur tali ke lokasi para survivor. Tiga personel Paskhas dan Paramedia TNI AU segera menyiapkan personel yang bisa dievakuasi lewat Hoist atau dikerek ke helicopter serta menemani dan merawat korban yang terluka untuk evakuasi selanjutnya. Hingga kini total 8 orang telah dievakuasi ke Jayapura, sedang 6 orang masih di lokasi dengan ditemani Para Rescue TNI AU untuk menunggu evakuasi.

Heli Super Puma TNI Angkatan Udara yang mengalami musibah tersebut dalam misi tugas penerbangan dari Lanud Jayapura menuju Distrik Kiwirok daerah perbatan Papua dengan Papua Nugini guna mendukung Kodam dalam operasi geser pasukan pengaman perbatasan..Pesawat diterbangkan oleh Captain Pilot Mayor Pnb Apu Tarigan.dan Copilot Lettu Pnb.Surya Mega, dengan Juru Mesin Udara Lettu Tek Rigvo. dan Pelda Hadi. Sebagai penumpang adalah 10 prajurit TNI AD dari Batalyon Infantri 133 Yudha Sakti, Padang Sumatra Barat.

Baca juga:  Doa Bersama Mengenang 40 Hari Tragedi Sukhoi Digelar Di Monumen Ngoto

Kejadian bermula sejak Jumat siang 28/11) pukul 14.00 waktu setempat pesawat mengalami putus komunikasi dengan Ruang Operasi Jayapura setelah terbang selama 35 menit dari Lanud Jayapura. Namun selanjutnya pada pukul 16.15 Copilot Lettu Pnb.Surya Mega berhasil menghubungi dengan telepon satelit yang memang kelengkapan pesawat TNI AU. Dikabarkan pesawat mendarat darurat diantara Batom dan Kiwirok pada ketinggian 4500 kaki dan semua awak selamat. Setelah itu operasi penyelamatan dilakukan dengan pesawat TNI AU, TNI AD dan dari Airfast.

Pada pagi harinya pesawat sudah sekali terbang menghantarkan prajurit TNI AD dari Yonif 133 Yudha Sakti Padang dengan rute Sentani – Iwur – Sentani. Pada penerbangan kedua rute adalah Sentani- Kiwirok- Sentani. .Pesawat mendarat darurat saat terbang meninggalkan check point Batom menuju Kiwirok . Lokasi pendaratan cukup terpencil sehingga hanya bisa menggunakan telepon satelit karena tidak bisa menggunakan telepon selular atau alat komunikasi radio pesawat.

Awak pesawat dan penumpang selama tiga hari menjalani survival dengan mengandalkan bekal logistic dan obat-obatan yang memang menjadi bekal pasukan dan standar kelengkapan pesawat TNI AU. Selama proses penyelamatan yangt digunakan sebagai base Camp adalah Batom dengan mengerahkan pesawat Cassa dan Helikopter Super Puma TNI AU serta helikopter Bell TNI AD dan Airfast. Sejak hari Minggu lokasi dan komunikasi sudah berjalan baik sehingga pada hari Senin ini personel Para Rescue TNI AU bisa masuk untuk merawat dan menyiapkan evakuasi. 

Baca juga:  Komandan Depohar 50 Pimpin Upacara Bendera Di Lanud Adi Sumarmo Dan Penyerahan Secara Simbolis Zakat Fitrah

Dalam penyelamatan awak pesawat dan penumpang helikopter Super Puma, jajaran TNI AU selalu mengutamakan prinsip keamanan dan keselamatan operasi sehingga tidak hanya semua personel bisa ditemukan dan dievakuasi dengan selamat namun juga aman dari gangguan yang tidak diharapkan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel