Berita

HERCULES TNI AU AKHIRI OPERASI KEMANUSIAAN DI FILIPINA

Dibaca: 7 Oleh 26 Nov 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Indonesia menggunakan pesawat-pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk memberikan bantuan kemanusiaan logistik bencana dan personel ke negara Filipina yang dilanda badai Haiyan. Kali ini pesawat C-130 Hercules ditugaskan di Pangkalan Udara Mactan, Cebu, Filipina. Burung-burung besi tersebut membantu melaksanakan distribusi barang dan personel ke daerah-daerah yang terkena dampak Badai Haiyan. Pesawat berangkat hari Sabtu (16/11) dan kembali di Indonesia hari Senin (25/11).

Pesawat yang bertugas selama seminggu di Pangkalan Udara Mactan, Cebu, Filipina adalah pesawat C-130 Hercules dengan nomor ekor A-1323 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma. Tugasnya membantu mendistribusikan logistik dan pengangkutan personel. Hercules A-1323 ini diterbangkan dibawah pimpinan captain pilot Mayor Pnb Puguh, dengan crew berjumlah 16 orang ditambah 3 personel dari BNPB dan beberapa wartawan dari media nasional untuk liputan selama operasional di Filipina.

Pesawat A-1323 mendapat penugasan pertama pada Minggu, (17/11) dengan mengirim logistik dan personel menuju ke Roxas (baca : Rohas) sebanyak 3 sorties dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat (UTC+8). Roxas adalah salah satu wilayah Filipina yang terkena dampak Badai Haiyan, terletak 200 km Barat Laut dari Mactan dan hanya 27 menit terbang menggunakan C-130 Hercules. Pesawat Hercules TNI AU adalah pesawat pembawa bantuan internasional pertama yang datang ke Roxas seusai bencana. Negara-negara lain lebih mengutamakan membawa bantuan dan mengevakuasi pengungsi di Tacloban, mungkin karena Tacloban yang terkena dampak paling parah

Baca juga:  KOMSOS TNI PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN DI BALI

Setelah mendapatkan informasi mengenai aerodrome di Roxas, penerbangan sortie pertama membawa bantuan sebanyak 11.800 kg berupa tenda, makanan dan matras dari Indonesia. Penerbangan berjalan lancar, cuaca cerah dan tidak ada permasalahan terhadap komunikasi. Panjang runway Roxas hanya 1.850 m, sehingga sebelum landing, Hercules TNI AU melaksanakan terbang overhead terlebih dahulu untuk melihat kondisi runway, tampak terlihat menara tower pengendali penerbangan sudah hancur dan petugas controller bertugas di ruang darurat. Dari udara juga terlihat banyak bangunan perumahan penduduk yang sudah tidak beratap. Setelah mendarat tampak lebih jelas rumah-rumah disekitar runway banyak yang hancur dan sudah tidak layak huni. Bahkan saat pesawat meluncur perlahan (taxi in), anak-anak kecil mulai berlarian dan melambaikan tangan menyambut datangnya bahan makanan penyambung hidup.

Turang, seorang personel dari Philippines Army yang ikut membantu pelaksanaan unloading mengatakan bahwa lebih dari 100 orang korban meninggal di Roxas dan lebih dari 200.000 bangunan yang rusak akibat terjangan topan tersebut. Turang menambahkan, “We have no electricity, all the refugees stay in the basketball hall and needs food and clean water”. Captain Alvin Matienzo, Pilot Helikopter dari AU Filipina juga menyampaikan bahwa jalan menuju ke daerah pelosok yang terkena dampak Badai haiyan masih terputus, sehingga diperlukan helikopter untuk menyalurkan ke daerah-daerah tersebut.

Baca juga:  Pangkohanudnas Terima Athan Australia

Pesawat C-130 Hercules TNI AU A-1323 sudah kembali ke tanah air dengan rute Cebu-Menado-Balikpapan-Halim, Senin (25/11). Namun bagi masyarakat Filipina yang terkena bencana kehadiran burung besi ini sudah mengangkat dan mengharumkan citra Indonesia sebagai negara besar yang peduli pada negara tetangganya Filipina yang sedang dirundung bencana.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel