Berita

HUT Wara, Danlanud Pattimura berikan kado untuk dua Wara Lanud Pattimura

Dibaca: 8 Oleh 10 Agu 2021Tidak ada komentar
IMG 20210810 WA0003
#TNIAU 

TNI AU. Dalam rangka memperingati HUT Wara Ke-58 yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus, Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han) memberikan ucapan sekaligus memberi kado kepada dua Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) Lanud Pattimura, Serda Nur Rohmin dan Serda Fanny. Bertempat di lobi Mako Lanud Pattimura. (Selasa, 10 Agustus 2021).

Pada peringatan HUT Wara Tahun 2021 mengangkat tema “Dengan semangat Kanya Bakti Sakti Sejati, Wara siap mendukung percepatan penanganan Covid-19 menuju tatanan baru Indonesia maju”. Dengan makna “Kanya Bhakti Sakti Sejati”, yang berarti prajurit wanita yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dengan keahlian dan kemahiran yang dimilikinya, memotivasi Wara agar selalu mengasah diri untuk dapat meraih kesempatan lebih luas lagi. Menjadi suatu catatan sejarah, bahwasannya Wara pernah dipercaya menduduki jabatan strategis seperti Komandan Pangkalan dan dilibatkan dalam operasi untuk mendukung misi perdamaian dunia, bahkan sudah banyak yang meraih pangkat Marsekal Pertama. Terbaru yang menjabat Oditur Jenderal (Orjen) TNI dengan jabatan bintang bua.

Baca juga:  Tim Kodiklatau Berikan Sosialisasi Juknis Supervisi Akademis Gadik di Lanud Adi Soemarmo

Untuk diketahui, sebagai bagian dari tugas TNI dalam menjaga perdamaian dunia, salah satu Wara Lanud Pattimura Serda Nur Rohmin akan melaksanakan misi perdamaian dunia ke negara Republik Demokratik Kongo, yang direncanakan akan berangkat di awal tahun 2022.

Sekilas tentang Wara, Pasca Proklamasi Kemerdekaan Rl, peran serta kaum wanita dalam perjuangan bangsa lndonesia tidak dapat diabaikan begitu saja, mereka ikut serta berjuang mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kaum wanita dengan sukarela ikut berjuang di beberapa pangkalan AURI dengan keahliannya masing-masing serta dengan berbekal semangat juang dan jiwa patriotis. Hal itu merupakan representasi dari semangat juang dari pahlawan wanita Indonesia R.A. Kartini. Para pejuang wanita inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Wanita Angkatan Udara.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mewadahi peran serta kaum wanita dalam perjuangan AURI, maka pada tahun 1962, Deputy Menteri/Panglima Angkatan Udara Urusan Administrasi Laksamana Muda Udara Suharnoko Harbani mendapat tugas dan wewenang dari pimpinan TNI AU untuk membentuk Wanita Angkatan Udara (Wara), yang direalisasikan melalui pembukaan pendidikan Wara Pertama pada 10 Juni 1963 di Kaliurang yang berlokasi di lereng pegunungan Plawangan, Yogyakarta, dengan kepala sekolah Letnan Kolonel Penerbang Sumitro. Pendidikan diikuti oleh 30 orang wanita lulusan sarjana dan sarjana muda dari berbagai jurusan. Mereka mengikuti Pendidikan Dasar Militer selama tiga bulan di Lanuma Adisutjipto, dan dilantik menjadi Perwira Wara angkatan pertama pada 12 Agustus 1963. Sejalan dengan pembentukan Wara, saat itu diputuskan pula bahwa Wara bukan merupakan korps tersendiri, tetapi diintegrasikan dalam korps yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Udara sama dengan anggota militer lainnya.

Baca juga:  ALKI menjadi strategis bagi perdagangan Internasional

Seiring dengan perkembangan organisasi, pendidikan Wara berikutnya memberikan kesempatan kepada lulusan SLTA untuk dididik menjadi seorang Bintara Wara. Sejalan dengan perkembangan TNI Angkatan Udara, perjalanan Wara terus berkembang. Pelaksanaan tugas yang memerlukan keahlian khusus tidak lagi menjadi milik kaum pria, seperti penerbang, teknisi maupun peterjun, tetapi menyertakan anggota Wara yang berpotensi.

IMG 20210810 WA0001

IMG 20210810 WA0002

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel