TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Ibadah Puasa Melatih Hamba Allah Mempunyai Pribadi ”Muttaqien Kaamiliin”

By 09 Jun 2017 10:40Berita Utama
Bukber 1

TNI AU, Mabesau – Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dan amalan sholeh lainnya, dapat memetik hikmah ramadhan untuk dijadikan acuan dan palajaran. Bulan suci ramadhan mangandung pesan pendidikan dan gemblengan yang sangat ralavan dengan kehidupan, secara kedinasan maupun sebagai anggota masyarakat. Karena Ibadah puasa dapat melatih untuk manjadi insan hamba Allah yang mempunyai pribadi muttaqien kaamiliin atau muslim yang sempuma dalam segala aspek kehidupannya.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP, dalam sambutannya pada buka puasa bersama para Pejabat TNI AU beserta istri, anak yatim piatu, para perwakilan personal TNI AU di wilayah Jakarta dan Bogor dan Kalijati dengan dengan penceramah KH. Manarul Hidayat di Skadron Udara 45 Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (8/6).

Dikatakan, bila dihayati makna, hikmah dan arti berpuasa yang diwajibkan bagi kita umat Islam,  pada hakekatnya untuk membentuk budi pakerti yang baik bagi setiap insan muslim. Berbudi pekerti yang baik akan melahirkan akhlaq, moral dan etika yang baik pula untuk menuju ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Berpuasa di bulan Ramadhan, menguji kita bagaimana rasanya sebagai hamba Allah SWT yang hidup dalam kekurangan yang harus menahan lapar dan dahaga, melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu, banyak beramal serta bertutur kata yang santun agar kita tidak sombong dan congkak dalam kehidupan”, ujar Kasau.

Dari sekian banyak hikmah berpuasa, secara sederhana saya ingin menyoroti dua dimensi, yaitu spiritual dan sosial. Dimensi spiritual sangat berkaitan dengan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (Hablum Minalloh). Kita secara ikhlas melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semata berharap semakin dekat dengan Allah SWT. Sedangkan dimensi sosial berkaitan dengan hubungan antar manusia (Hablum Minannas) yang  dimulai dengan merasakan lapar dan dahaga selama berpuasa, dengan demikian akan menimbulkan kepedulian sosial dan solidaritas kita sesama umat manusia.

Implementasi dari kehidupan sosial dapat diwujudkan melalui tindakan berbagi antara sesama, dengan memberi sedekah dan membayar zakat yang harus dituntaskan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan membayar zakat ini maka umat Islam secara langsung atau tidak langsung telah membantu memperkecil masalah kesenjangan sosial.

Kasau berharap, apa yang disampaikan penceramah KH. Manarul Hidayat dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam meningkatkan iman dan takwa kepada Allah WST.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Ibadah Puasa Melatih Hamba Allah Mempunyai Pribadi ”Muttaqien Kaamiliin”