Berita

Ibadah Syukur Natal Dan Tahun Baru Di Mabesau

Dibaca: 53 Oleh 26 Jan 2016Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Mabesau, 20/1.

Umat Kristen dan Katolik Mabes TNI AU dan sekitarnya melaksanakan ibadah syukur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 dengan tema “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah” di Gedung IG Dewanto, Mabesau, Cilangkap, Rabu (20/1). Ibadah tersebut dihadiri Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol, Aspam Kasau Marsda TNI Yan Manggesa, Kadisfaskonau Marsma TNI Purba, Kadismatau Marsma TNI A Sukendro, Kadiskuau I Nyoman Sukra dan Kadisadaau Marsma TNI H B. Hendi Haryoko dan pengkotbah Pendeta Nus Lius serta para pejabat dan undangan lainnya.

Dalam ibadah syukur Natal tersebut, Pendeta Nus Lius yang juga Ketua Sinode GKO menyampaikan keluarga adalah merupakan pondasi yang kuat suatu bangsa, negara maupun Gereja. Untuk itu, umat kristiani hendaknya terus membangun keluarga yang sehat karena pondasi yang kuat diawali dari keluarga yang harmonis. Dengan terciptanya keluarga sehat yang harmonis maka akan terbentuk pula masyarakat yang sehat dan ini akan terus berlanjut, sehingga negarapun menjadi kuat.

“ Perlu diingat keluarga yang sehat tidak bisa terbentuk dalam waktu yang singkat atau tiba-tiba, tapi butuh waktu yang lama. Karena keluarga adalah pondasi, maka kita tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun, sehingga bangsa, negara maupun Gereja akan tetap tegak dan kuat” tambahnya.

Baca juga:  Komandan Lanud Manuhua Menyerahkan Plakat Kepada Kepala Bandara

Dijelaskannya, pada jaman Nuh hampir semua masyarakat hancur, keluarga-keluarga mengalami kekacauan mental dan timbul kejahatan dimana-mana dan masyarakat telah berpaling dari Tuhan. Namun Nuh merupakan prajurit yang tetap taat kepada Tuhan. Dia tetap melaksanakan perintah Tuhan dan membuat perahu di atas bukit, meskipun dia dianggap gila oleh masyarakat tetapi dia tetap percaya dan yakin atas perintah Tuhan. Ketika Tuhan menurunkan air bah untuk memusnahkan kejahatan maka semuanya hancur, dan hanya Nuh, pengikutnya serta binatang yang dibawa Nuh yang selamat.

Untuk itu, Pendeta Nus Lius berharap, hendaknya umat kritiani belajar dari kehidupan Nuh, yang selalu taat dan disiplin atas perintah Tuhan, karena ketaatan akan mendatangkan keselamatan, dan kita berharap selalu dalam keselamatan , damai dan sejahtera”.

 

 

 

 

 

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel