Berita

Idul Fitri TNI AU : “Taqwa, Modal Kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat”

Dibaca: 26 Oleh 27 Mei 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Shalat Idul Fitri 1430 H keluarga besar TNI AU baik yang masih dinas aktif maupun sudah purnawirawan, warga Kompleks TNI AU Triloka dan warga sekitarnya bertindak sebagai Imam merangkap khotib adalah H.M. Subki Al-Bughury, S.Sos.

 

Setiap kali Allah SWT memerintahkan sesuatu kepada hamba-hamba-Nya, pasti disitu ada kemashlahatan yang akan kita peroleh. Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk mendapatkan apa yang menjadi keutamaan orang-orang yang bertaqwa. Mengingat taqwa merupakan modal setiap manusia di dunia ini dalam memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, dengan bermodalkan taqwa kita semua sebagai umat beragama akan dapat berjalan dengan baik dan tidak akan lepas dari ajaran yang telah diturunkan oleh Allah SWT.

 

Ciri-ciri taqwa karena Allah SWT memberikan kemampuan untuk membedakan antara yang haq dengan yang bathil (furqon), memperoleh keberkahan bertumbuh dan berkembang, memperoleh jalan keluar dari kesulitan hidup, memperoleh rezeki dari yang tidak diduga-duga, Memperoleh kemudahan dalam urusan hidup, mendapat ampunan dan penghapusan dosa-dosa serta pahala yang berlipat ganda. Demikian ceramah Idul Fitri 1430 hijriyah H.M. Subki Al-Bughury, S.Sos (Pimpinan Majelis Dzikir Al-Ma’tsurat, Jakarta) seusai menjadi imam shalat Idul Fitri dilapangan Mabesau Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (20/9).

Baca juga:  SAFARI INTEL DI LANUD ABD SALEH

 

Idul Fitri adalah hari yang berbahagia bagi umat muslim terlebih orang yang diterima ibadah puasanya, mengingat hari pengampunan, hari kasih sayang dan kemenangan dalam mengalahkan hawa nafsunya serta sebagai hari kemerdekaaan untuk membebaskan diri dari kejahatan, kedengkian, kebencian, dan keserakahan, akhirnya manusia terhindar dari perilaku hina yang dapat merendahkan martabat manusia.

 

Di hari yang bahagia ini, Ustad Subki Al-Bughury yang penuh senyum dan keramahan itu mengajak seluruh umat untuk saling memaafkan, suami, istri, dan anak memohon maaf kepada kedua orang tua, karena anak mempunyai utang budi. Ayah bunda telah melahirkan, membesarkan dan mendidik hingga kepada jenjang hidup berkeluarga mandiri, sebagai rasa bakti anak kepada orang tua, ada anak yang berkeinginan mencoba membalas budi dan menjual seluruh harta benda tanpa disisihkan hasilnya diberikan orang tua, hal itu tidak akan bisa terbayar.

 

Oleh karena itu sebagai anak di manapun berada wajib berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Baca juga:  Ceramah penanggulangan bahaya HIV AIDS di Lanud Tanjungpandan

 

Ada beberapa cara berbakti kepada orang tuanya yang masih hidup, di antaranya silaturahmi, membagi rezeki, dan mendoakan ayah bunda, apabila orang tua masih hidup anak tidak pernah menengok, membagi rezeki dan mendoakan maka Rasulullah memberikan peringatan diputuskan rezeki dari Allah SWT. Sementara orang tuanya yang sudah meninggal sholatkan jenazah, mohonkan ampunan, laksanakan wasiat-wasiatnya, hubungkan silaturahmi dengan kawan akrabnya, dan terus berikan bantuan kepada orang yang pernah dibantu oleh ayah bunda semasa hayatnya.

 

Ketua Panitia pelaksana Idul Fitri 1430 H Kolonel Kal Barhan mengajak kepada seluruh keluarga besar TNI AU dan masyarakat sekitar yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya melalui silahturrahim kita eratkan tali persaudaraan saling maaf memaafkan sesama umat Islam dan meningkatkan rasa persaudaraan serta saling pengertian sesama umat manusia yang dapat meningkatkan keimanan. Kita bangun kebangsaan yang baik saling menghormati sesama umat beragama agar bangsa Indonesia mampu hidup dalam berkelimpahan rezeki

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel