Pada kesempatan ini, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., mengucapkan terima kasih kepada Dirlambangja Puslaiklambangjaau Marsma TNI Antariksa Anondo, S.E., M.Tr.(Han)., beserta tim yang telah hadir dan berarti penting bagi Lanud Iswahjudi serta Insub untuk mempertahankan kemampuan operasi secara berkelanjutan melalui budaya safety yang kuat.
“Keselamatan bukan hanya masalah prosedur, tetapi menyangkut disiplin, sikap, dan budaya kerja,” ujarnya. Hasilnya adalah zero accident melalui kedisiplinan yang dijaga setiap hari, keeaspadaan yang tidak boleh menurun, dan kepedulian seluruh personel dalam menjalankan tugas.
Terjadinya kecelakaan, menurut Danlanud Iswahjudi, seringkali tidak berawal dari kesalahan besar melainkan dimulai dari kesalahan kecil, hal-hal biasa, diabaikan, atau ditunda untuk diperbaiki. “Potensi terjadinya kecelakaan sebagian besar karena human error, sehingga setiap personel harus memiliki kerendahan hati untuk belajar, mematuhi prosedur, dan mau dikoreksi,” jelasnya.
Program RTZA menjadi momentum memperkuat safety awareness dan safety culture di lingkungan kerja masing-masing, dimana keselamatan bukan hanya tugas satu fungsi, melainkan tanggung jawab seluruh personel.
Sementara itu, Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Fakhrizet, S.Sos., dalam sambutannya yang dibacakan Dirlambangja Puslaiklambangjaau menjelaskan bahwa RTZA adalah salah satu sarana untuk mengevaluasi kinerja dan safety di seluruh satuan kerja TNI Angkatan Udara dalam rangka meningkatkan pola pembinaan Lambangja terpadu serta berkesinambungan.
“Sasarannya terdapat persamaan persepsi, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam rangka membangun generative safety culture,” tegasnya seraya menekankan perlunya kepemimpinan lapangan yang hands on di setiap kegiatan, meningkatkan fungsi control, dan mengaktifkan peran duty safety, patroly safety, dan supervisor safety.
-1126025-1080.webp)

-1126025-1080.webp)