TNI AU. Komando Daerah TNI Angkatan Udara II (Kodau II), terus mengasah kemampuan dan kesiapan operasional satuan jajaran dalam menghadapi ancaman serangan udara terhadap pangkalan melalui latihan Pertahanan Vertikal dan Operasi Rekonstruksi Pangkalan Udara yang menjadi bagian dari Latihan Kesiagaan II Kodau II "Sikatan Daya" TA 2026 di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/6/2026).
Latihan ini disaksikan langsung Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara II (Pangkodau II) Marsda TNI M. Untung Suropati, S.E., Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., Wadirlat, para Deputy, para pengendali, penilai, dan para pelaku latihan.
Situasi latihan diawali dengan terdeteksinya dua pesawat udara musuh yang memasuki wilayah udara ALKI II. Unsur sergap TNI AU segera melaksanakan intersepsi, meski sempat terjadi kehilangan kontak radar akibat gangguan Electronic Counter Measures (ECM). Kontak kembali diperoleh, kedua pesawat teridentifikasi bergerak menuju Lanud Iswahjudi dan dinilai berpotensi mengancam objek vital pangkalan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kosek menetapkan status waspada merah dan memerintahkan seluruh unsur pertahanan Lanud Iswahjudi siaga tempur. Selain itu, dilaksanakan langkah pertahanan udara pasif untuk melindungi personel, alutsista, dan fasilitas vital pangkalan.
Ancaman berhasil dinetralisasi, namun serangan musuh mengakibatkan kerusakan pada landasan pacu. Setelah assessment dilaksanakan, Satgas Rekonstruksi segera mengerahkan personel, material, dan peralatan untuk melaksanakan perbaikan runway. Proses rekonstruksi dilakukan melalui pemotongan crater, pengisian material, pemadatan, hingga pemasangan steel mats sebagai perbaikan darurat. Setelah pekerjaan selesai, landasan kembali siap digunakan untuk mendukung operasi penerbangan.
Latihan Kesiagaan II Kodau II “Sikatan Daya” TA 2026 merupakan implementasi dari Doktrin Swa Bhuwana Paksa guna menguji profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman.














