TNI AU. Lanud Wiriadinata menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang berlangsung khidmat di Masjid Salahuddin Al Ayyubi Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, Kamis (22-01-2026). Kegiatan ini diikuti oleh Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Al Izar Inosanto, M.Han., Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 18/D.I Lanud Wiriadinata Ny. Siti Al Izar Inosanto beserta pengurus, para Kepala Dinas, Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lanud Wiriadinata yang beragama Islam.
Sebelum rangkaian acara dimulai, seluruh jamaah terlebih dahulu melaksanakan salat Ashar berjamaah. Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan penceramah Kasubsi Bintal Lanud Wiriadinata PNS Agus Husin S., S.Th.I., serta qori dari Pimpinan Pondok Pesantren Murotalil Qur’an Al-Mubarok Awipari, KH. Asep Zam-zam Mubarrok, S.Pd.
Dalam sambutannya, Danlanud Wiriadinata menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun karakter personel yang tangguh dan berakhlak mulia. Sejalan dengan tema peringatan, “Isra Mi’raj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju,” kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi seluruh personel dalam menghadapi tantangan era modern yang terus berkembang.
Lebih lanjut disampaikan, peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang keimanan, ketaatan, serta ketangguhan mental. Di tengah percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks, personel TNI Angkatan Udara dituntut memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta mentalitas yang kuat dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan utama dalam kehidupan dan pengabdian.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kasubsi Bintal Lanud Wiriadinata PNS Agus Husin S., S.Th.I., menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat risalah kenabian. Melalui perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Mikraj hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam, Allah SWT secara langsung mewajibkan salat sebagai ibadah utama umat Islam. Perintah salat yang semula berjumlah lima puluh waktu kemudian diringankan menjadi lima waktu tanpa mengurangi nilai dan pahalanya, sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
Lebih dari sekadar kewajiban ritual, salat lima waktu ditegaskan sebagai sarana utama pembinaan iman, disiplin, dan akhlak. Sebagai satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara wahyu di bumi, salat menjadi penghubung langsung antara hamba dengan Rabb-Nya. Dengan melaksanakan salat secara khusyuk dan istiqamah, diharapkan umat Islam, khususnya keluarga besar Lanud Wiriadinata, mampu memperkuat keimanan serta membentuk pribadi yang taat, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.




