TNI AU. Suasana apel pagi di Lapangan Mako Koharmatau, Bandung, Senin (18/05/2026), terasa penuh semangat dan refleksi mendalam saat Sahli Bida Airframe Kolonel Tek Anthon Firmansha, S.T., M.A.P., membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di hadapan seluruh personel Koharmatau yang tidak terlibat dalam upacara bendera terpusat Bakorda Bandung. Amanat tersebut menjadi penegasan penting tentang arah pembangunan kekuatan udara nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Kasau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh prajurit serta Aparatur Sipil Negara TNI Angkatan Udara atas dedikasi dan partisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara. Mulai dari upacara di Mabesau, kegiatan bakti sosial di Cisarua, Semarak Dirgantara di Kendari, hingga berbagai kegiatan di satuan masing-masing, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar serta mencerminkan semangat kebersamaan dan pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.
Kasau menegaskan bahwa momentum HUT ke-80 TNI AU tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik penting dalam memasuki fase akselerasi penguatan kemampuan operasional TNI Angkatan Udara. Kehadiran alpalhankam modern yang terus berdatangan disebut sebagai bukti nyata komitmen negara dalam memperkuat pertahanan udara nasional. Namun demikian, modernisasi tersebut tidak boleh hanya dimaknai sebagai hadirnya teknologi baru, melainkan harus menjadi pemicu lahirnya transformasi pola pikir dan budaya kerja di seluruh lini organisasi.
Lebih lanjut, Kasau menekankan bahwa modernisasi alutsista harus berjalan seiring dengan modernisasi doktrin, latihan, pemeliharaan, logistik, hingga tata kelola satuan. Seluruh unsur organisasi, mulai dari Perwira, Bintara, Tamtama, hingga ASN TNI AU memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun kesiapan kekuatan udara yang tangguh, profesional, dan adaptif terhadap berbagai tantangan tugas di masa depan.
Di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan internasional yang turut memengaruhi kondisi ekonomi serta pengelolaan sumber daya pertahanan, Kasau mengingatkan pentingnya efisiensi yang dijalankan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab. Meski demikian, efisiensi tidak boleh menjadi alasan menurunnya standar profesionalisme. Disiplin, kesiapan operasi, keselamatan terbang dan kerja, serta kualitas pelaksanaan tugas harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kasau juga memberikan penekanan tegas agar seluruh personel tidak membiarkan kelalaian kecil berkembang menjadi budaya permisif di lingkungan organisasi. Melalui kalimat yang kuat, “What you permit, you promote,” Kasau mengingatkan bahwa setiap pembiaran terhadap pelanggaran kecil pada akhirnya akan membentuk budaya organisasi yang buruk. Karena itu, seluruh personel diminta untuk saling peduli, saling mengingatkan, dan saling meluruskan demi menjaga marwah TNI Angkatan Udara sebagai organisasi yang disiplin, andal, dan profesional.
Mengakhiri amanatnya, Kasau menyampaikan keyakinannya bahwa dengan integritas, soliditas, dan profesionalisme yang terus dijaga bersama, TNI Angkatan Udara akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Semangat pengabdian tanpa batas pun kembali digaungkan sebagai landasan utama dalam mewujudkan TNI Angkatan Udara yang AMPUH menuju Indonesia Maju. Apel pagi tersebut menjadi pengingat kuat bahwa modernisasi kekuatan udara bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia yang mampu menjaga kehormatan dan kesiapan TNI AU di segala situasi.

-1126003-1080.webp)

-1126003-1080.webp)

-1126003-1080.webp)
-1126003-1080.webp)

-1126003-1080.webp)
