TNI AU.TNI Angkatan Udara terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kemampuan operasional melalui penyusunan Strategi Implementasi Artificial Intelligence (AI) di Ruang Rapat Skomlekau, Mabesau, Cilangkap, Rabu (23/9/2026).
Penyusunan strategi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan TNI AU, antara lain efektivitas operasi, pengambilan keputusan, sistem komando dan kendali, pengolahan data intelijen, serta pemeliharaan prediktif alat utama sistem senjata (alutsista).
Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Udara (Askomlek) Kasau Marsekal Muda TNI Deni Hasoloan S. dalam sambutannya yang dibacakan Waaskomlek Kasau Marsekal Pertama TNI Gatot Sutomo, S.T., menegaskan bahwa perkembangan AI menjadi bagian penting dalam mendukung operasi militer modern.
Askomlek menyampaikan, transformasi digital TNI AU tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga kemampuan mengelola data sebagai aset strategis serta memanfaatkannya melalui AI secara terintegrasi.
Pada kesempatan ini, Askomlek Kasau memberikan empat penekanan utama, yaitu fokus pada kebutuhan operasional, integrasi data, pembangunan secara bertahap dan terukur, serta penguatan keamanan informasi dan data.
“Strategi implementasi AI TNI AU diharapkan menjadi pedoman bagi pembangunan AI yang terarah, terukur, aman, dan selaras dengan kebutuhan operasional, sehingga hasilnya dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pimpinan TNI AU,” ujar Askomlek Kasau.
Penyusunan strategi implementasi AI tersebut menjadi bagian dari langkah TNI AU dalam membangun pemanfaatan teknologi secara terintegrasi untuk mendukung modernisasi, memperkuat kemampuan operasional, serta menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan operasional di masa depan.


-1129739-1080.webp)

-1129739-1080.webp)
