TNI AU. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat. Seiring meningkatnya potensi dan kejadian karhutla, Lanud Supadio kembali menambah dukungan kekuatan melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNG.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam 24 jam terakhir terdeteksi sebanyak 735 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan memperluas wilayah terdampak, khususnya di tengah kondisi cuaca yang relatif kering.
Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., mengatakan bahwa meningkatnya titik panas membutuhkan langkah penanganan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
“OMC ini merupakan bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla. Setelah sebelumnya kami melaksanakan dukungan water bombing, kini dilakukan langkah tambahan melalui modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan potensi turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui OMC, diharapkan kondisi cuaca dapat lebih mendukung terjadinya hujan di wilayah sasaran, sehingga dapat membantu membasahi lahan yang rawan terbakar, menekan potensi meluasnya karhutla, serta mendukung upaya pemadaman yang telah dilaksanakan di lapangan.
Dengan dukungan OMC dan operasi water bombing serta sinergi seluruh unsur terkait, diharapkan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dapat semakin optimal dan mampu menekan penyebaran titik api.